get app
inews
Aa Text
Read Next : Apes! Warga di Gianyar Beli Sepeda Motor Sport Via Online yang Datang Cuma Baju Kaus

Waduh Bisnis Bawang Merah,  6 Pengepul jadi Korban Penipuan, Segini Kerugiannya

Senin, 24 Maret 2025 | 20:28 WIB
header img
Korban penipuan bisnis bawang merah saat melapor di SPKT Polres Kendal. iNews/eddie prayitno

KENDAL,iNewsPantura.id  – Dijanjikan mendapatkan hasil panen bawang merah melimpah, enam pengepul bawang merah di Kendal malah menjadi korban penipuan dan penggelapan.

Seorang pria bernama MB alias Jayeng dilaporkan membawa kabur dan melakukan penipuan. Para pengepul ini terperdaya oleh janji yang ditawarkan Jayeng untuk mendapatkan hasil panen bawang merah dari petani di daerah tersebut.

Kerugian akibat penipuan ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Menurut laporan yang diterima, keenam korban yang terlibat adalah Rochyat, Yanto, Wibowo, Rochim, Nasikhin, dan Muchlisin.

Mereka melaporkan kasus ini ke Polres Kendal pada hari Senin, 24 Maret 2025. Para pengepul tersebut mengaku telah diperdaya oleh Jayeng, yang mengaku sebagai pemilik tanaman bawang merah dan mengajak para petani untuk menanam saham bibit bawang merah.

Wibowo, salah satu pengepul yang melaporkan kejadian ini, mengungkapkan bahwa MB menggunakan modus yang sama untuk menipu para pengepul.

"Jayeng ini mengaku sebagai pemilik bawang merah. Pas mau panen, dia selalu bilang belum saatnya dipanen," ujar Wibowo.

Namun, ketika para pengepul memeriksa lokasi panen, mereka mendapati bahwa tanaman bawang merah yang dijanjikan ternyata sudah hilang dan sudah dijual ke pihak lain.

Akibat penipuan tersebut, Wibowo mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp 200 juta, yang berasal dari lima lahan panen yang telah disepakati.

"Kejadiannya sudah sejak tahun kemarin. Ada juga korban lain yang rugi sekitar Rp 155 juta," kata Wibowo.

Sementara itu, Rochim, salah satu korban lain, mengungkapkan kerugian yang dialami akibat tindakan tidak bertanggung jawab MB. "Saya juga memberikan modal kepada MB setahun lalu untuk usaha pertanian ini. Namun, uang saya malah hilang begitu saja," ujarnya.

Rochim menambahkan bahwa tidak hanya pengepul dari Kendal yang menjadi korban, melainkan ada juga warga dari daerah lain yang terjerat oleh kelicikan MB. "Sepertinya ada 9 korban di Kendal, dan banyak lagi di daerah lain," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rochyat mengalami kerugian mencapai Rp 40 juta. Ia menjadi korban setelah tertarik untuk menanam bawang merah di Desa Krompakan, Gemuh. Namun, saat pengecekan dilakukan, ternyata tanaman bawang yang dijanjikan tidak ada di lokasi yang telah disepakati.

Sementara itu, Yanto juga menjadi korban dengan kerugian Rp 18 juta. Modus yang digunakan MB adalah menawarkan investasi dengan cara membeli bibit bawang dan menanamnya di lahan yang telah disiapkan. Namun, bawang merah yang dijanjikan tidak pernah ada.

Korban lainnya, Widodo, mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta dengan modus yang sama, di mana ia diminta untuk berinvestasi dalam pembelian bibit bawang merah yang ternyata tidak pernah ada.

Nasikin dan Muchlisin juga menjadi korban penipuan ini, dengan kerugian total mencapai Rp 80 juta.

Hingga saat ini, pelaku MB alias Jayeng dikabarkan sudah melarikan diri, dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait proses penyelidikan dan perkembangan kasus ini. Para korban berharap pihak berwajib segera menangkap pelaku dan mengembalikan uang yang telah mereka hilangkan.

Kasus ini semakin mengungkap betapa berbahayanya modus penipuan yang melibatkan investasi pertanian, yang memanfaatkan kepercayaan dan harapan warga untuk mendapatkan keuntungan. Pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan dan menindak tegas para pelaku penipuan seperti ini.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut