get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Kudus Serahkan Bantuan Kesejahteraan untuk Penguatan Rumah Ibadah

Heboh Video Syur di RSUD Kudus: Lokasinya Ternyata Tepat di Samping Ruang Jenazah

Senin, 05 Januari 2026 | 17:05 WIB
header img
Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam, menyampaikan keterangan pers terkait video asusila yang viral, Senin (5/1/2026). Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch

KUDUS, iNewsPantura.id — Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam, akhirnya angkat bicara terkait beredarnya video bermuatan asusila yang viral di media sosial dan menyeret nama rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kudus tersebut.

Dalam keterangan persnya, dr Hakam menegaskan bahwa video yang beredar bukan peristiwa baru. Berdasarkan hasil penelusuran awal, rekaman tersebut diduga terjadi sekitar tahun 2020, atau pada masa pandemi Covid-19.

Ia mengakui, lokasi dalam video tersebut memang berada di salah satu ruangan di lingkungan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, tepatnya di area yang berada di samping Ruang Pemulasaran Jenazah.

“Ruangannya di samping Ruang Pemulasaran Jenazah,” ujar dr Hakam saat konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Namun demikian, ia menekankan bahwa video tersebut diduga sengaja disimpan dalam waktu lama dan baru disebarluaskan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi inilah yang kemudian memicu kegaduhan di tengah masyarakat, meskipun peristiwa tersebut tidak mencerminkan situasi, budaya kerja, maupun tata kelola RSUD Kudus saat ini.

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, manajemen RSUD dr Loekmono Hadi Kudus langsung melakukan langkah cepat dengan menggelar pemeriksaan internal secara intensif. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, termasuk salah satu terduga yang ada dalam video, penanggung jawab ruangan, serta petugas keamanan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Identitas saksi kami samarkan untuk menghindari kesalahpahaman dan spekulasi di masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga berencana memeriksa lima orang saksi tambahan dalam waktu dekat. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut akan dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada Bupati Kudus, mengingat RSUD dr Loekmono Hadi Kudus merupakan institusi pelayanan publik milik pemerintah daerah.

“Sambil menyusun berita acara, hasilnya nanti akan kami konsultasikan ke Inspektorat untuk mendapatkan rekomendasi lebih lanjut,” imbuh dr Hakam.

Terkait pihak yang mengunggah dan menyebarluaskan video ke media sosial, dr Hakam menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan internal. Manajemen rumah sakit tengah mendalami motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyebaran video tersebut.

“Untuk pengunggahan video ke media sosial, saat ini masih kami dalami secara internal. Apabila nantinya terbukti merugikan institusi rumah sakit atau melanggar hukum, tidak menutup kemungkinan kami melibatkan institusi di luar kami,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Edi Susanto, menambahkan bahwa dua orang yang terekam dalam video tersebut merupakan oknum pegawai rumah sakit yang pada saat kejadian bertugas di ruangan berbeda.

“Pemeriksaan masih terus berjalan. Untuk sanksi apa yang akan diberikan, kami menunggu hasil akhir pemeriksaan internal,” ujarnya.

Manajemen RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menegaskan komitmennya untuk menjaga etika, profesionalisme, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Sebelumnya, sebuah video yang diduga bermuatan asusila dan disebut-sebut direkam melalui kamera pengawas (CCTV) di lingkungan rumah sakit, beredar luas di aplikasi TikTok pada Sabtu (3/1/2026). Video tersebut memicu keresahan publik setelah dikaitkan dengan salah satu rumah sakit milik pemerintah daerah.

Dalam unggahan akun TikTok @k99*, video itu disertai keterangan yang menyebutkan adanya dugaan perbuatan tidak senonoh oleh oknum pegawai di salah satu ruangan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Pada tampilan rekaman CCTV, terlihat tulisan “RMH TNGGA” yang kemudian memunculkan spekulasi warganet terkait lokasi kejadian.

Caption unggahan tersebut juga memuat pernyataan bernada keras bertuliskan, “STOP PERILAKU AMORAL DI LINGKUNGAN PELAYANAN PUBLIK.” Dalam narasi unggahan, disebutkan bahwa rumah sakit merupakan ruang kemanusiaan yang seharusnya dijaga martabat dan kesuciannya sebagai tempat pelayanan, empati, serta penghormatan terakhir bagi jenazah.

Unggahan itu turut menyinggung identitas Kabupaten Kudus sebagai Kota Santri yang menjunjung tinggi nilai akhlak, adab, dan moral, serta mendesak agar dilakukan penyelidikan dan penegakan hukum secara tegas, adil, dan transparan.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut