get app
inews
Aa Text
Read Next : Wisata Guci Tegal Kembali Diterjang Banjir Bandang, Tiga Jembatan Putus, Pancuran 13 Hancur

Bencana Tanah Bergerak di Tegal Meluas, 140 Rumah Rusak; Gubernur Jateng Siapkan Relokasi Warga

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:42 WIB
header img
Sebanyak 140 rumah warga rusak aakibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (04/02/2026).

TEGAL, iNewsPantura – Bencana tanah bergerak melanda di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hingga Rabu (04/02/2026), pergerakan tanah masih terus terjadi dan menyebabkan sedikitnya 140 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat. 

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak. Jalan desa, sekolah, hingga mushola dilaporkan mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah yang terus berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

Hampir seluruh rumah terdampak mengalami retakan dinding, lantai terangkat, hingga bangunan ambrol, sehingga tidak lagi aman untuk ditempati. 

Akibat kondisi tersebut, sekitar 250 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah pos pengungsian dan tenda darurat yang disiapkan pemerintah setempat.

Salah seorang warga terdampak, Siti Waridah, mengaku telah mengungsi sejak dua hari terakhir.

“Saya sama sumai dan anak sudah mengungsi sejak Senin malam. Rumah saya dindingnya retak dan lantainya naik, takut kalau terjadi longsor susulan,” ujar Siti Waridah saat ditemui di lokasi pengungsian.

Ia berharap rumahnya masih bisa diperbaiki. Namun jika kondisi tanah dinilai tidak aman, warga siap direlokasi.

“Kalau masih bisa diperbaiki, kami ingin kembali ke rumah. Tapi kalau memang tidak memungkinkan, kami berharap bisa direlokasi ke hunian sementara,” tambahnya.

Pada Rabu (04/02/2026) sore. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung menemui ratusan pengungsi di tenda darurat, meski hujan deras mengguyur lokasi. Dalam kunjungannya, gubernur menyerahkan bantuan logistik sekaligus memastikan langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak.

Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal tengah mencari lokasi yang aman dari ancaman pergerakan tanah.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami sedang mencari lahan yang benar-benar aman. Nantinya akan dibangun hunian sementara, yang ke depan bisa dikembangkan menjadi hunian tetap,” kata Ahmad Luthfi.

Bencana ini tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga ratusan santri Pondok Pesantren Al Adalah. Para santri terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai aman, sementara sebagian lainnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Hingga saat ini, aparat gabungan TNI Polri, BPBD, PMI dan relawan masih melakukan pemantauan intensif di lokasi bencana, mengingat pergerakan tanah masih berpotensi terjadi, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Editor : Yunibar SP

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut