get app
inews
Aa Text
Read Next : Bencana Tanah Bergerak di Tegal Meluas, 140 Rumah Rusak; Gubernur Jateng Siapkan Relokasi Warga

Wapres Gibran Kunjungi Korban Tanah Bergerak di Tegal, Perintahkan Pemkab Segera Relokasi Warga

Jum'at, 06 Februari 2026 | 15:28 WIB
header img
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung lokasi pengungsian dan kawasan terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (06/02/2026).

 

TEGAL, iNewsPantura – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung lokasi pengungsian dan kawasan terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (06/02/2026). 

 

Dalam kunjungannya, Wapres menegaskan agar Pemerintah Kabupaten Tegal segera melakukan relokasi warga karena lokasi lama dinilai tidak lagi aman.

 

Wapres Gibran mengunjungi sejumlah titik pengungsian, di antaranya Posko Pengungsi Al Azhar 2 serta rumah warga Bapak Kamal yang menampung sebagian korban terdampak. Ia juga melihat langsung kondisi tanah bergerak yang menyebabkan retakan tanah, kerusakan jalan, hingga rumah warga yang ambruk.

 

Dalam kunjungannya, Wapres juga melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Al Barkah. Kehadiran Wapres disambut hangat warga yang berharap adanya percepatan penanganan dan solusi jangka panjang dari pemerintah.

 

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang mendampingi Wapres menjelaskan bahwa Wapres telah meninjau langsung lokasi bencana dan posko pengungsian.

 

“Wakil Presiden sudah langsung meninjau titik lokasi bencana, melihat kondisi jalan yang patah dan rumah warga yang retak bahkan ambruk. Beliau juga menyapa langsung para pengungsi dan memberikan bantuan,” kata Ischak.

 

Menurutnya, Wakil Presiden memberikan arahan agar pemerintah daerah mengutamakan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

 

“Keselamatan adalah yang utama, kemudian kebutuhan dasar seperti makanan, air, kesehatan, termasuk pendidikan. Presiden menegaskan pendidikan harus tetap berjalan meski dalam kondisi darurat,” ujarnya.

 

Ischak menegaskan bahwa masyarakat terdampak telah menyatakan kesediaannya untuk direlokasi setelah melihat kondisi wilayah yang semakin membahayakan.

 

“Kami menyampaikan kepada Wapres bahwa masyarakat sudah bersedia direlokasi karena lokasi lama sudah tidak aman. Kalau kembali ke sana, itu sangat membahayakan keselamatan,” tegasnya.

 

Pemkab Tegal saat ini mengajukan izin penggunaan lahan Perhutani seluas 5 hektare di wilayah Desa Capar atau Debak Wangi untuk pembangunan hunian sementara.

 

“Jumlah rumah terdampak mencapai 464 unit, dengan total pengungsi sekitar 2.426 orang. Karena desa tidak memiliki lahan yang cukup, kami mengajukan peminjaman lahan Perhutani untuk segera membangun hunian sementara,” jelas Ischak.

 

Ia menambahkan, Tim Ketua Satgas Bencana akan segera menggelar rapat lintas sektor untuk menentukan titik relokasi yang aman dan layak huni.

 

Saat ini, terdapat empat titik pengungsian terpusat serta pengungsi yang ditampung di rumah-rumah warga. Pemkab Tegal juga mengoperasikan empat dapur umum.

 

“Kami menyiapkan sekitar 3.500 nasi kotak untuk makan pagi dan siang, serta 500 porsi untuk makan sore setiap harinya,” ungkap Ischak.

 

Menjelang bulan Ramadhan, Wapres meminta agar proses relokasi segera direalisasikan. Masyarakat di pengungsian pasti jenuh, apalagi ini baru empat hari,” katanya.

 

Ischak juga mengakui adanya keluhan dari kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia. Untuk itu, tim kesehatan telah diterjunkan secara khusus ke lokasi pengungsian.

 

Editor : Yunibar SP

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut