get app
inews
Aa Text
Read Next : Mesin Jahit Berteknologi AI Gebrak Perusahaan Garmen di Indonesia

Hantu Genderuwo dan Kuntilanak di Semarang ini Bagi-Bagi Takjil

Jum'at, 27 Februari 2026 | 23:06 WIB
header img
Sosok hantu ikut membagikan takjil kepada penggendara jalan di Jalan dr Kariadi Semarang jumat (27/2/2026). (Foto: Doni Marendra/iNews).

Fenomena ini menyita perhatian pengendara motor dan masyarakat yang beraktivitas disekitaran lokasi tersebut. Kehadiran mereka justru mengundang senyum dan rasa penasaran warga. Tidak sampai 30 menit, ratusan takjil terbagi habis.

Ketua Semarangangker, Marcellino Dewa Bagaskara, mengatakan kegiatan berbagi takjil sebenarnya bukan hal baru bagi komunitasnya. Tahun-tahun sebelumnya mereka menggelar kegiatan serupa.

"Hari ini kegiatan bagi takjil ini ada 400 bungkus, dibagikan kepada pengendara motor yang tengah bersiap berbuka puasa. Kita berkolaborasi dengan Soto Pak Wito," katanya.

Kegiatan tahun ini berkolaborasi dengan kuliner makanan. Menurutnya, tahun sebelumnya Komunitas Semarangangker mengadakan kegiatan Ramadan menggandeng komunitas lintas agama.

"Selain berbagi takjil ada penyantunan anak yatim, ada juga kegiatan sosial. Biasanya kita swadaya mandiri," ujarnya.

Ditambahkan, bulan ramadan menjadi momentum menunjukkan bahwa komunitas yang selama ini dikenal dengan nuansa mistis juga memiliki sisi sosial yang kuat.

"Biasanya kita identik dengan tempat-tempat yang merinding. Sekarang sekalian mengenalkan komunitas kita ke masyarakat umum, mungkin banyak orang awam yang belum tahu tentang komunitas Semarang itu apa," katanya.

Komunitas Semarangangker berdiri sejak 2007, bermarkas di Pasar UMKM Srondol, Jalan Srondol, Kecamatan Banyumanik. Komunitas ini memiliki sekitar 50 anggota aktif, dengan total 150 orang tercatat dalam basis data.

Kegiatannya tak hanya sosial, tetapi juga seni, budaya, dan penjelajahan. Pada 2026 ini, mereka melakukan ekspedisi selama satu bulan ke lima negara di Eropa untuk menelusuri urban legend dan mitos setempat.

Sebelumnya juga menjelajah ke Turki, kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Taiwan, hingga berbagai wilayah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Tujuan kami mencari urban legends, menguak misteri, sekaligus memperkenalkan budaya kita," pungkasnya.

Sementara, Perwakilan manajemen Soto Pak Wito, Ivana mengatakan kegiatan berbagi takjil sudah dilakukan sejak 2025 sebagai bentuk kepedulian sosial. Kegiatan ini juga akan berkelanjutan.

"Bukan hanya sekadar menjual soto, tapi bagaimana kami bisa berdampak bagi masyarakat. Kedepan, ini masih wacana juga, rencana setiap hari Jumat, kita rangkai Jumat Barokah," katanya.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut