get app
inews
Aa Text
Read Next : IPM Kota Semarang Capai 85,80, Bukti Program Pembangunan Berjalan Efektif

Mesin Jahit Berteknologi AI Gebrak Perusahaan Garmen di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 | 16:22 WIB
header img
Peluncuran mesin jahit berteknologi AI di Semarang. Doni Marendra/iNews

SEMARANG – iNewsPantura.id - Transformasi industri garmen menuju era digital kian nyata. Sebuah perusahaan mesin jahit ternama asal Shanghai, Tiongkok, resmi meluncurkan mesin jahit berteknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di Indonesia.

Produk ini diperkenalkan dalam acara peluncuran yang digelar di salah satu hotel di Kota Semarang dan dihadiri lebih dari 200 peserta dari berbagai negara, serta perwakilan sekitar 50 perusahaan garmen dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Direktur Hikari, Wu Lian Jie, mengatakan peluncuran ini merupakan yang pertama untuk mesin jahit berteknologi AI yang dirancang khusus menjawab kebutuhan industri garment modern.

“Ini adalah peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI. Produk ini memberikan apa yang dibutuhkan garmen. Dalam produk ini dikontrol oleh kecerdasan buatan, yang menghasilkan produk yang jauh lebih bagus,” ujarnya.

Menurut Wu, teknologi AI buatan Tiongkok telah membuktikan keunggulannya dalam mendorong sektor manufaktur menjadi lebih efisien dan presisi. Melalui sistem pintar, mesin mampu mengontrol pola jahitan, kecepatan, serta akurasi produksi secara otomatis.

Ia menambahkan, solusi AI yang diterapkan Hikari dinilai mampu menghasilkan produk premium sekaligus tetap terjangkau. Selain itu, teknologi ini juga membantu menghemat biaya teknis dalam proses transformasi dari mesin jahit konvensional ke sistem yang lebih modern.

Indonesia dipilih sebagai salah satu negara prioritas sekaligus lokasi peluncuran perdana karena pertumbuhan industri garmen nasional yang dinilai positif dalam beberapa tahun terakhir.

Brothersindo Director, Chalid Hendra, menyambut kehadiran mesin jahit pintar tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing industri tekstil dan pakaian jadi di Tanah Air.

“Dengan tingkat pertumbuhan positif dan investasi besar, industri tekstil–pakaian jadi kemungkinan akan tetap menjadi sektor strategis, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi manufaktur. Jika tren investasi dan permintaan domestik ini berlanjut, Indonesia bisa memperkuat posisi sebagai eksportir tekstil dan garment di pasar global,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor tekstil dan pakaian jadi tumbuh 4,26 persen secara tahunan (year-on-year) dan berkontribusi sebesar Rp 218,2 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sepanjang tahun lalu.

Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan dinilai tetap membutuhkan peningkatan daya saing, antara lain melalui efisiensi produksi, modernisasi mesin, daya saing harga, serta dukungan regulasi yang melindungi industri dari praktik impor ilegal.

Peluncuran mesin jahit AI ini diharapkan menjadi momentum percepatan modernisasi industri garmen nasional, sekaligus menjawab tantangan persaingan global yang kian ketat di era digital.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut