get app
inews
Aa Text
Read Next : Ditemukan Tewas di Samping Truk, Sopir Asal Yogyakarta Ini Diduga Kena Serangan Jantung di KIK

Jelang Lebaran, Perajin Anyaman Bambu Cibuyur Kewalahan Penuhi Permintaan Parcel

Minggu, 01 Maret 2026 | 16:19 WIB
header img
Hasil kerajinan anyaman bambu Cibuyur siap dikirim ke berbagai kota untuk kebutuhan parcel Idul Fitri. Foto : Tim iNewsPantura.id

PEMALANG, iNewsPantura.id – Berkah Ramadan membawa angin segar bagi para perajin anyaman bambu di Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, ribuan pesanan keranjang parcel membanjiri sentra kerajinan yang dikenal sebagai tuan rumah Festival Bambu Sumpring Nasional tersebut.

Sejak awal Ramadan, aktivitas produksi di rumah-rumah perajin meningkat drastis. Tumpukan bambu siap olah terlihat di sudut-sudut bengkel kerja, sementara para perajin tampak sibuk merangkai anyaman demi mengejar target pengiriman.

Tak hanya keranjang parcel, berbagai produk lain seperti tempat buah, tempat tisu, hingga aneka kerajinan dekoratif turut diburu pembeli. Bahkan sejumlah barang unik seperti lampu dinding bambu, tempat koran, hingga pincuk makan tradisional juga ikut dipesan.

Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnodo, mengatakan lonjakan permintaan tahun ini terbilang signifikan.

“Alhamdulillah berkah Ramadan, pengrajin anyaman bambu banjir orderan. Dari beberapa dinas saja hari ini ada 600 pesanan keranjang parcel Lebaran,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, total pesanan yang harus dipenuhi para perajin mencapai hampir 5.000 pieces. Permintaan tidak hanya datang dari sejumlah dinas di Kabupaten Pemalang, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Klaten, Surabaya, hingga Kediri.

Tingginya permintaan membuat para perajin harus bekerja ekstra. Sebagian bahkan menambah jam kerja untuk memastikan seluruh pesanan selesai tepat waktu sebelum Lebaran.

Untuk harga, keranjang parcel bambu Sumpring dibanderol bervariasi, tergantung ukuran.

“Harga tergantung ukuran, mulai dari Rp6 ribu sampai Rp10 ribu per buah,” jelas Yoyok.

Ia berharap, perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada momentum musiman seperti Ramadan. Menurutnya, pelatihan desain dan peningkatan kualitas produksi sangat dibutuhkan agar produk anyaman bambu Cibuyur mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

“Harapan kami ada pelatihan dan pendampingan supaya hasilnya semakin bagus dan bisa bersaing secara nasional,” pungkasnya.

Dengan kreativitas dan semangat gotong royong, Desa Cibuyur kembali membuktikan diri sebagai salah satu sentra anyaman bambu unggulan di Jawa Tengah. Ramadan tahun ini benar-benar menjadi berkah bagi para perajin yang menggantungkan hidup dari kelenturan bilah-bilah bambu.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut