get app
inews
Aa Text
Read Next : Aktivitas Pabrik Kaca Dinilai Ganggu Lingkungan, DLH Kendal Turun Tangan

Destana Kebonharjo Jadi Garda Depan Mitigasi Bencana di Kendal

Selasa, 21 April 2026 | 11:40 WIB
header img
Pembentunan Desa Tangguh Bencana di bantaran tanggul kali bodri. dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id — Pemerintah Kabupaten Kendal terus mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon.

Program yang digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kendal ini menjadi upaya sistematis dalam membangun ketangguhan berbasis masyarakat. Tidak hanya mengandalkan respons pemerintah, warga didorong untuk memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi situasi darurat.

Pembentukan Destana di Kebonharjo saat ini masih berada pada tahap pra-simulasi. Dalam tahap ini, fokus diarahkan pada peningkatan kapasitas relawan desa melalui pelatihan intensif selama tiga hari. Sebanyak 35 peserta dari berbagai unsur masyarakat dilibatkan, mulai dari perangkat desa, RT, RW, hingga organisasi keagamaan.

Materi pelatihan mencakup pemahaman risiko bencana, langkah mitigasi, hingga penanganan darurat. Para peserta juga dibekali keterampilan dasar yang dibutuhkan saat menghadapi kondisi krisis.

Pelaksana Tugas Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Herdiyanto Adhityo, menegaskan bahwa pembentukan Destana merupakan investasi jangka panjang dalam pengurangan risiko bencana.

“Ketika masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar, maka respons terhadap bencana akan lebih cepat dan tepat. Ini yang ingin kita bangun,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan relawan yang terorganisir di tingkat desa akan memperkuat koordinasi serta mempercepat penanganan di saat-saat krusial.

Kepala Desa Kebonharjo, Edi Lukman, menyambut baik program tersebut. Ia menilai keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan desa yang tangguh.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di peserta saja, tetapi bisa diteruskan kepada seluruh warga,” ujarnya.

Partisipasi aktif masyarakat memang menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Selain mempercepat penyebaran informasi, keterlibatan warga juga memperkuat solidaritas sosial saat menghadapi bencana.

Salah satu peserta pelatihan, Arif Fajar Hidayat, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia kini merasa lebih siap dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

“Sekarang jadi lebih paham harus bagaimana saat kondisi darurat, jadi tidak panik seperti sebelumnya,” katanya.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa minimnya pengetahuan dan kesiapan masyarakat seringkali memperparah dampak bencana. Karena itu, pembentukan Destana diharapkan mampu menekan risiko kerugian, baik secara materi maupun korban jiwa.

Ke depan, hasil pelatihan ini akan disosialisasikan secara bertahap kepada masyarakat luas. Dengan demikian, saat simulasi lanjutan maupun penanganan bencana secara nyata dilakukan, warga sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap Desa Kebonharjo dapat menjadi contoh desa tangguh yang mampu beradaptasi dan bertahan di tengah berbagai potensi bencana, sekaligus menjadi model pengembangan Destana di wilayah lainnya.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut