get app
inews
Aa Text
Read Next : Diterjang Banjir Sungai Bodri, Truk Warga Singorojo Kendal Terseret dan Tenggelam

El Nino Godzilla Ancam Kendal, Kekeringan Diprediksi Lebih Parah

Rabu, 22 April 2026 | 17:00 WIB
header img
ilustrasi, cuaca ekstrem. (Foto: Istimewa).

KENDAL,iNewsPantura.idKabupaten Kendal bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut kemarau akan mulai berlangsung pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang, dengan potensi kekeringan yang lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengungkapkan wilayah yang paling rawan terdampak adalah daerah dataran tinggi, seperti Kecamatan Patean dan sekitarnya, serta Kecamatan Ringinarum. Sementara kawasan pantura dinilai relatif aman karena masih memiliki sumber air yang cukup.

“Wilayah atas Kendal memang langganan kekeringan setiap tahun. Tahun ini potensinya lebih besar,” kata Iwan, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, ancaman tersebut tidak lepas dari pengaruh fenomena El Nino yang disebut sebagai “El Nino Godzilla”, yakni pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dalam skala besar yang berdampak pada cuaca global.

Fenomena ini diperkirakan menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih panas, dan lebih kering, sehingga meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter, didukung tiga armada truk tangki yang siap dikerahkan ke wilayah rawan.

“Kami siapkan distribusi air bersih untuk membantu masyarakat saat kekeringan mulai terjadi,” jelasnya.

Saat ini, kondisi cuaca di Kendal masih berada dalam fase pancaroba. Siang hari terasa panas, namun hujan masih kerap turun secara tiba-tiba pada sore atau malam hari. Fase ini diperkirakan berlangsung hingga akhir April sebelum benar-benar memasuki musim kemarau.

BPBD pun mengimbau masyarakat untuk mulai bersiap sejak dini, salah satunya dengan menampung air saat hujan sebagai cadangan kebutuhan harian.

Selain ancaman kekeringan, potensi karhutla juga menjadi perhatian serius. Sekretaris BMKG, Guswanto, dalam rapat koordinasi daring bersama Polri, menegaskan bahwa dampak El Nino Godzilla dapat memicu kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran hutan.

“Dampaknya tidak hanya lingkungan, tetapi juga ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga beras,” ujarnya.

Menghadapi potensi tersebut, Polres Kendal bersama instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan. Kabag SDM Polres Kendal, Kompol Ryke Rhimadhila, menyatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sementara itu, Perhutani Kendal juga mengintensifkan patroli di kawasan hutan serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap dampak musim kemarau ekstrem dapat diminimalkan, sekaligus menjaga stabilitas lingkungan dan ketahanan pangan di Kabupaten Kendal.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut