Pratama Arhan Diwisuda Udinus, Kantongi Ijazah Blockchain Pertama di Indonesia
SEMARANG, iNewsPantura.id - Upacara Wisuda ke-87 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyita perhatian khusus karena diikuti oleh bintang sepak bola Timnas Indonesia, Pratama Arhan Alif Rifai. Angkatannya bahkan menjadi lulusan pertama di Indonesia yang menerima ijazah berbasis teknologi blockchain, sebuah inovasi yang menjamin keamanan serta keaslian dokumen kelulusan.
Acara ini berlangsung meriah di Ballroom Rama Shinta, Patra Hotel Semarang pada Rabu (29/04). Pada hari pertama dari total dua hari penyelenggaraan, Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) dan dilantik bersama 401 wisudawan lainnya. Mereka berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG), Fakultas Kesehatan (FKes), serta Fakultas Teknik (FT). Lulusan tersebut juga mencakup program Pascasarjana serta Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kediri di bawah naungan Fakultas Ilmu Komputer (FIK).
Dalam sambutannya, Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., memberikan semangat kepada para lulusan untuk terus melangkah maju demi masa depan bangsa. Menurutnya, ijazah hanyalah pintu pembuka, sedangkan karakter serta integritas diri yang akan menuntun seberapa jauh alumni Udinus dapat melangkah di dunia profesional.
“Dunia kerja tidak selalu menanyakan IPK kalian, tetapi melihat sejauh mana kalian membawa manfaat bagi masyarakat. Sebab dunia membutuhkan orang-orang yang berani bermimpi dan bekerja keras,” pesannya.
Prof. Pulung juga memperkenalkan fasilitas pelayanan terbaru Udinus, yaitu Lifelong Learning Center. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembelajaran berkelanjutan bagi semua lulusan beralmamater Udinus.
“Melalui program ini, kami akan membimbing alumni untuk meningkatkan keterampilan mereka serta memperkuat kompetensi yang dibutuhkan industri sesuai masanya. Hal ini merupakan komitmen Udinus untuk tidak meninggalkan alumninya begitu saja setelah diwisuda,” tegas Rektor Udinus.
Terkait ijazah blockchain, Prof. Pulung menegaskan bahwa Udinus merupakan pelopor di Indonesia dalam mengambil langkah menuju masa depan pendidikan yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.
“Dengan teknologi ini, setiap ijazah lulusan Udinus memiliki sistem verifikasi digital yang tidak dapat dimanipulasi. Dengan demikian, keaslian ijazah lulusan kami akan terverifikasi secara global,” ungkapnya.
Sementara itu, Pratama Arhan tampil sebagai perwakilan wisudawan. Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dukungan penuh dari Udinus selama perjalanan studinya sejak tahun 2020. Ia mengaku sangat senang serta bangga karena bisa lulus dengan ijazah blockchain.
“Saya menjadi bukti nyata bahwa Udinus memberikan fleksibilitas serta beasiswa yang memungkinkan saya menyeimbangkan karier sepak bola profesional dengan pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Dalam suasana haru, Arhan turut mengucapkan terima kasih kepada keluarga, khususnya kepada ibu serta almarhum ayah yang terus membimbingnya hingga berada di titik ini.
“Reputasi Udinus sebagai kampus unggul membangkitkan kepercayaan diri saya untuk bersaing di masa depan. Saya sangat bangga dan berencana melanjutkan studi S-2 di Ilmu Komunikasi Udinus,” pungkas Arhan.
Kehadiran inovasi blockchain bahkan mendapat apresiasi internasional dari Igor Arkhypenko selaku Chief Information Officer Dubai Blockchain Center. Ia menyatakan bahwa ini merupakan momen perdana di mana teknologi blockchain diimplementasikan oleh universitas untuk keperluan ijazah.
"Banyak orang mengira blockchain hanya berkaitan dengan sektor finansial atau mata uang kripto. Namun, ini menjadi kesempatan luar biasa untuk menunjukkan bahwa blockchain dapat diterapkan pada area penting seperti dokumen dan verifikasi keaslian ijazah," ujar Igor.
Menurutnya, Udinus menjadi bagian dari langkah besar yang memungkinkan mahasiswa membuktikan pencapaian mereka di belahan dunia mana pun hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini akan memangkas proses translasi serta atestasi yang rumit untuk melamar pekerjaan di luar negeri menjadi instan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LLDikti Wilayah VI Jateng, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., turut memberikan apresiasi tinggi kepada Udinus. Baginya, kehadiran teknologi ini sangat menguntungkan para lulusan dalam proses rekrutmen melalui pemindaian barcode, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kami berharap dengan blockchain ini, ke depannya minimal ijazah bisa bersifat bilingual atau tersedia dalam Bahasa Inggris. Hal ini penting agar para lulusan bisa langsung berkiprah dan berkompetisi mencari pekerjaan di Eropa, Amerika, Australia, hingga negara lainnya," tuturnya.
Selain keunggulan teknologi, Prof. Aisyah juga memuji kualitas serapan lulusan Udinus. Berdasarkan data tracer study, diketahui bahwa rata-rata lulusan Udinus membutuhkan waktu kurang dari tiga bulan untuk mendapatkan pekerjaan, sebuah pencapaian yang dinilai sangat baik.
Sebagai informasi, Upacara Wisuda ke-87 yang berlangsung selama dua hari ini meluluskan total 841 wisudawan dari lima fakultas. Mereka terdiri atas mahasiswa Program Diploma, Sarjana Terapan, Sarjana, hingga program Pascasarjana seperti Magister dan Doktor.
Editor : Suryo Sukarno