get app
inews
Aa Text
Read Next : KPK Kembali Periksa Puluhan ASN di Kabupaten Pekalongan 

Tragis, Seorang Ibu di Pekalongan Tewas Dianiaya Anak Kandung

Senin, 11 Mei 2026 | 14:17 WIB
header img
Suasana duka menyelimuti rumah korban di Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan, usai seorang ibu tewas diduga dianiaya anak kandungnya sendiri. Warga dan kerabat terus berdatangan untuk melayat. Foto : iNewsPantura.id/ Suryo S

PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Warga Kelurahan Poncol, Gang Gotong Royong, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, digegerkan dengan kasus pembunuhan tragis yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri, Senin (11/5/2026).

Korban diketahui bernama Tarsimi binti Juki (66), yang meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian kepala akibat penganiayaan brutal yang diduga dilakukan anak kandungnya sendiri, M. Sidik Permana (25).

Korban sempat mendapatkan perawatan medis selama sekitar dua jam di RS Siti Khotidjah. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka fatal di bagian tengkorak kepala.

Peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya, Sri Lestari, yang mendengar rintihan korban pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat masuk ke kamar, saksi mendapati ibunya sudah dalam kondisi berlumuran darah. Di lokasi yang sama, pelaku terlihat berdiri tanpa ekspresi di samping korban.

Selain itu, ditemukan pula cobek batu yang telah pecah menjadi tiga bagian dan diduga digunakan untuk menganiaya korban.

“Waktu saya masuk kamar, ibu sudah berdarah. Adik saya ada di situ,” ujar Sri Lestari dengan nada sedih.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Satreskrim Polres Pekalongan Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, mengatakan polisi telah mengamankan barang bukti berupa cobek batu yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

“Pelaku saat ini masih menjalani observasi kejiwaan di RS Djunaid untuk menentukan proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut informasi keluarga, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Sementara pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban.
Rencananya, jenazah korban dimakamkan pada Senin siang di pemakaman umum setempat.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar yang tidak menyangka tragedi tersebut terjadi di lingkungan mereka.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut