get app
inews
Aa Text
Read Next : Kudus Usulkan SD-SMA Negeri di Bae Jadi Sekolah Integrasi Disiapkan Jadi Percontohan

Deklarasi Damai Pelajar Kudus, Pemkab dan Forkopimda Bersatu Cegah Kekerasan

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:37 WIB
header img
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Forkopimda dan perwakilan pelajar menandatangani Deklarasi Damai SMA/SMK se-Kabupaten Kudus di SMA Negeri 2 Kudus. (Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch).

KUDUS, iNewsPantura.id - Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif terus diperkuat melalui Deklarasi Damai Pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Kudus di SMA Negeri 2 Kudus.

Deklarasi tersebut ditandatangani Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran Forkopimda, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, serta perwakilan SMA dan SMK sebagai bentuk komitmen bersama mencegah kekerasan di kalangan pelajar sekaligus membangun karakter generasi muda yang positif.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan keprihatinannya atas sejumlah kasus kekerasan pelajar yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi karena pelajar merupakan generasi penerus bangsa.

“Kami turut prihatin atas kejadian kekerasan pelajar yang terjadi beberapa waktu terakhir. Ini tentu tidak diinginkan, karena pelajar adalah penerus bangsa di masa depan,” ujar Sam’ani.

Ia mengapresiasi sinergi Forkopimda dan seluruh pihak yang terus menjaga situasi Kudus tetap aman dan kondusif. Sam’ani menegaskan, peran orang tua dan guru sangat penting dalam mendampingi serta mengawasi anak-anak.

“Terima kasih kepada jajaran Forkopimda yang terus bersinergi menjaga Kudus tetap aman dan kondusif. Peran orang tua dan guru harus berjalan bersama dalam membimbing anak-anak,” lanjutnya.

Sam’ani juga mengajak para pelajar untuk aktif dalam kegiatan positif, menjauhi perundungan, serta bijak menggunakan media sosial agar tercipta lingkungan pergaulan yang sehat dan saling menghargai. Ia turut meminta insan pers mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kepada para pelajar, lakukan kegiatan yang positif, jangan ada perundungan, dan gunakan media sosial dengan bijak. Kami juga berharap rekan-rekan pers ikut mengambil peran dalam edukasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan kasus kekerasan pelajar yang terjadi saat ini masih dalam penanganan kepolisian dan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.

Menurutnya, deklarasi damai menjadi salah satu langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa.

“Kami turut prihatin atas kejadian kekerasan yang melibatkan pelajar. Kasus ini sudah kami dalami dan proses hukum tetap berjalan. Deklarasi hari ini merupakan bentuk upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujar Rendi.

Ke depan, Polres Kudus akan meningkatkan patroli dan pengawasan guna menciptakan rasa aman bagi pelajar maupun masyarakat.

“Kami berharap partisipasi semua pihak untuk bersama-sama menghadirkan rasa aman bagi anak-anak,” tambahnya.

Dukungan terhadap deklarasi damai juga disampaikan para pelajar yang hadir. Ketua OSIS SMA Masehi Kudus, Fani, mengatakan deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama antarsekolah untuk menjaga suasana yang aman dan harmonis.

“Deklarasi Damai SMA/SMK Kabupaten Kudus ini menjadi komitmen bersama. Kami ingin mengajak teman-teman di sekolah untuk menjaga perdamaian dan menghentikan tawuran,” ujarnya.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut