2 Hari Diretas Instagram Resmi Polres Kudus Akhirnya Pulih
KUDUS, iNewsPantura.id – Setelah hampir 48 jam berada di bawah penguasaan peretas, akun Instagram resmi Polres Kudus kini telah berhasil dipulihkan sepenuhnya. Kepastian kembalinya akses digital ini diumumkan secara resmi melalui unggahan akun @polreskudus pada Sabtu siang (7/6/2026).
Melalui maklumat bertajuk Breaking News, pihak kepolisian menyatakan bahwa kanal komunikasi publik tersebut sudah bersih dari infiltrasi pihak tak bertanggung jawab dan siap beroperasi normal.
"Akun Instagram @polreskudus yang sempat diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kini telah berhasil dipulihkan. Terima kasih atas dukungan dan kesabaran seluruh masyarakat," tulis Polres Kudus dalam takarir (caption) unggahannya.
Dengan pemulihan ini, Polres Kudus memastikan seluruh lini pelayanan informasi, aduan, dan interaksi digital dengan warga kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Sebelumnya, akun dengan pengikut lebih dari 100 ribu pengguna ini diduga kuat diretas sejak Kamis (5/6/2026) pagi. Sang peretas memanfaatkan jangkauan luas akun institusi ini untuk melancarkan aksi penipuan komersial, mulai dari promosi iPhone hingga logam mulia Antam dengan harga di luar kewajaran.
Dalam pantauan selama masa peretasan, pelaku memajang etalase semu seperti iPhone 17 Pro Max 1 TB yang dibanderol hanya Rp10 juta. Guna memikat korban, narasi persuasif seperti "stok terbatas" hingga klaim palsu bahwa sebagian keuntungan akan didonasikan untuk kemanusiaan di Palestina turut disematkan. Para calon korban kemudian digiring menuju tautan asing yang dipasang pada bio profil.
Selama masa krisis tersebut, Polres Kudus bergerak cepat dengan mengimbau masyarakat secara berkala di kanal lain agar mengabaikan seluruh aktivitas transaksional yang mengatasnamakan mereka.
Keberhasilan pemulihan ini sekaligus menjawab atensi yang sempat dilayangkan oleh akademisi digital. Kepala Program Studi Teknik Informatika Universitas Muria Kudus (UMK), Dr. Ahmad Abdul Chamid, S.Kom., M.Kom., mengingatkan bahwa insiden ini merupakan alarm keras bagi penguatan proteksi siber institusi publik.
Chamid menggarisbawahi bahwa kekuatan sistem sering kali luluh bukan karena lemahnya teknologi, melainkan akibat celah kelalaian manusia (human error).
"Sistem dasar platform ini sebenarnya kokoh. Namun, celah keamanan kerap muncul dari kecerobohan pengguna. Perlu ada evaluasi mendalam untuk memetakan bagaimana akun sedemikian penting bisa diambil alih," ujarnya pada Jumat (6/6/2026).
Ia menyarankan dua langkah preventif krusial yakni, autentikasi Dua Faktor (2FA): Langkah wajib untuk menyaring setiap upaya log-in dari perangkat asing melalui kode OTP. Selanjutnya audit Perangkat Berkala, Mengingat akun institusi umumnya dikelola oleh beberapa personel, pengawasan terhadap daftar gawai yang memiliki akses log-in harus diperiksa secara ketat dan berkala.
Kendati ruang digital Polres Kudus telah kembali steril, insiden ini menjadi refleksi bersama bahwa ancaman siber tidak pernah pandang bulu. Menjaga kredibilitas institusi negara di era digital kini tak lagi sekadar mengunggah konten, melainkan mempertebal benteng keamanan siber yang tidak boleh ditawar.
Editor : Eddie Prayitno