get app
inews
Aa Text
Read Next : Karnaval Budaya Kendal HUT RI ke 81 Bikin Weleri Lautan Manusia

Polres Kendal Intensifkan Tracing TB Paru, Kejar Temuan Kasus untuk Cegah Penularan

Senin, 08 Juni 2026 | 16:14 WIB
header img
Penderita TB paru bersama Bhabinkamtibmas memeriksakan di klinik Polres Kendal. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.idPolres Kendal terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru melalui kegiatan tracing atau pelacakan aktif terhadap warga yang diduga terpapar penyakit tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut Program Bakti Kesehatan Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru yang telah diluncurkan Kapolda Jawa Tengah pada 25 Mei 2026.

Pada Senin (8/6/2026), tim tracer TB dari Polres Kendal bersama petugas kesehatan Puskesmas Kendal 2 melakukan pelacakan langsung ke rumah-rumah warga di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal. Kegiatan ini bertujuan menemukan penderita TB sedini mungkin agar segera mendapatkan pengobatan dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

Dalam pelaksanaan tracing, Bhabinkamtibmas Polsek Kendal yang ditunjuk sebagai Polisi Tracer TB mendatangi warga yang diduga mengalami gejala TB Paru. Mereka membawa perlengkapan khusus berupa KIT Tracing TB yang berisi masker, sarung tangan latex, hand sanitizer, dan pot dahak untuk pengambilan sampel pemeriksaan.

Kasi Dokkes Polres Kendal, Ipda Bayu, mengatakan tracing menjadi langkah penting dalam pengendalian TB karena masih banyak penderita yang belum terdeteksi atau belum menjalani pengobatan.

"Melalui tracing ini kami berusaha menemukan kasus lebih awal. Semakin cepat penderita diketahui, semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan sehingga risiko penularan bisa ditekan," katanya.

Selain melakukan pendataan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai gejala, cara penularan, dan pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas. Warga yang diduga terinfeksi diberikan pot dahak untuk pengambilan sampel yang selanjutnya diperiksa menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).

Petugas kemudian mengarahkan warga untuk membawa sampel dahak tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun Klinik Polri, guna memastikan kondisi kesehatannya.

Menurut Ipda Bayu, hasil tracing akan menjadi dasar penanganan lanjutan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif TB Paru, penderita akan didampingi untuk menjalani pengobatan secara teratur sampai dinyatakan sembuh.

"Yang terpenting bukan hanya menemukan kasusnya, tetapi memastikan penderita mendapatkan pengobatan sampai selesai. Dengan begitu rantai penularan bisa diputus," ujarnya.

Kegiatan tracing aktif ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara Polri dan tenaga kesehatan dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis. Keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat dinilai mampu membantu mempercepat identifikasi warga yang berisiko maupun yang memiliki gejala TB.

Langkah tersebut dinilai sangat penting mengingat Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia. Pada tahun 2025, jumlah estimasi kasus TB mencapai 1,09 juta kasus, sementara yang berhasil ditemukan dan mendapatkan penanganan sekitar 856 ribu kasus.

Kondisi itu menunjukkan masih terdapat ratusan ribu kasus yang belum terdeteksi. Jawa Tengah sendiri termasuk tiga provinsi dengan jumlah kasus TB terbanyak di Indonesia, dengan temuan lebih dari 105 ribu kasus.

Melalui gerakan tracing yang dilakukan hingga tingkat kelurahan dan lingkungan warga, Polres Kendal berharap semakin banyak penderita TB dapat ditemukan lebih cepat, memperoleh pengobatan yang tepat, serta mencegah munculnya kasus-kasus baru di tengah masyarakat.

"TB bisa disembuhkan jika ditemukan lebih awal dan diobati secara teratur. Karena itu tracing menjadi kunci utama dalam memutus penyebaran penyakit ini," tegas Ipda Bayu.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut