Baca Senyap KPG Hidupkan Budaya Literasi di Semarang, 500 Orang Duduk Hening Membaca
Baca Senyap menjadi ruang untuk mengembalikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan bersama. Meski berlangsung tanpa diskusi atau kegiatan panggung, antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap budaya literasi.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan gerakan Baca Senyap yang pertama kali digelar KPG pada 2025 dan terinspirasi dari konsep silent book club yang berkembang di Amerika Serikat. Konsep tersebut mengajak masyarakat berkumpul di satu tempat untuk membaca buku masing-masing dalam suasana yang nyaman.
Manager Produksi dan Redaksi KPG, Christina M. Udiani, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa ekosistem literasi di Semarang terus berkembang.
“Dukungan komunitas literasi menunjukkan bahwa Semarang memiliki ekosistem membaca yang hidup. Semoga antusiasme ini menjadi amunisi untuk menjaga kewarasan nalar dan keberanian mengambil sikap,” ujarnya.
Pelaksanaan Baca Senyap ini juga mendapat dukungan dari lebih dari 30 komunitas literasi dari Semarang dan berbagai daerah di Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan membaca di masyarakat.
Selain masyarakat umum, kegiatan ini juga melibatkan anak-anak melalui program literasi “Pecahkan Kasus Misteri: Penghuni Rumah Kosong.” Program yang digelar KPG Kiddo tersebut menggabungkan dongeng interaktif dan permainan detektif untuk anak usia 7 hingga 12 tahun.
Editor : Eddie Prayitno