get app
inews
Aa Text
Read Next : Terima Visitasi PKN LAN RI, Bupati Paparkan Lompatan Ekonomi dan Investasi Kendal

Jemaah Padang Bulan Panjatkan Doa di Bulan Suro, Siapkan 50 Ingkung untuk Simbol Kebersamaan

Rabu, 17 Juni 2026 | 23:34 WIB
header img
Makan bersama 50 ekor ingkung usai doa bersama malam tirakatan malam 1 suro jamaah padang bulan. (Foto: Eddie Prayitno/iNews).

KENDAL,iNewsPantura.id – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriah, jemaah Padang Bulan Kabupaten Kendal memilih cara penuh makna. Bukan dengan perayaan meriah, mereka mengisi malam pergantian tahun Islam dengan tirakatan, istigasah, doa bersama, hingga makan ingkung sebagai simbol kebersamaan.

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Safi’iyah Salafiah, Desa Gebang Anom, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, tersebut berlangsung khidmat. Puluhan hingga ratusan jamaah dari berbagai kalangan berkumpul untuk memanjatkan doa dan mempererat silaturahmi.

Sejak malam hari, suasana pondok pesantren dipenuhi lantunan istigasah dan selawat. Jemaah laki-laki maupun perempuan bersama-sama mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Alunan rebana turut mengiringi sholawat yang menggema di tengah suasana malam Tahun Baru Islam.

Sekretaris Jemaah Istigasah Padang Bulan, Muhammad Muslikin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap malam satu Muharam.

Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat bagi jamaah untuk melakukan refleksi dan memperbanyak doa agar perjalanan di tahun mendatang diberikan keberkahan.

“Setiap tahun kita melaksanakan istigosah pada malam Tahun Baru Islam. Ini sebagai bentuk doa bersama memasuki tahun yang baru, sekaligus memohon kemudahan dan keselamatan. Selain itu, kami juga melakukan penggalangan dana untuk santunan anak yatim piatu,” ujar Muhammad Muslikin.

Usai istigosah dan tausiyah dari kyai, jamaah kemudian mengikuti tradisi yang selalu ditunggu dalam kegiatan tersebut, yakni makan bersama dengan hidangan ayam ingkung.

Sebanyak 50 ekor ayam ingkung lengkap dengan nasi dan sayuran telah disiapkan dalam wadah besar. Hidangan tersebut kemudian disantap bersama seluruh jamaah yang hadir.

Tradisi ingkung ini menjadi salah satu bagian yang tidak pernah dilewatkan dalam peringatan Tahun Baru Islam Jamaah Padang Bulan. Bukan hanya sekadar makanan, ingkung memiliki nilai kebersamaan dan rasa syukur yang ingin terus dijaga.

“Yang selalu ada dalam kegiatan ini adalah hidangan yang dimakan bersama-sama. Tahun ini kami menyiapkan 50 ayam ingkung lengkap dengan nasi dan sayuran untuk jamaah,” tambah Muslikin.

Bagi jamaah Padang Bulan, Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk mengingat perjalanan hidup. Bertambahnya tahun berarti berkurangnya usia, sehingga manusia perlu memperbanyak evaluasi dan memperbaiki diri.

Mereka memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai ajakan untuk melakukan muhasabah, meninggalkan hal-hal yang kurang baik, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Suasana kekeluargaan terlihat ketika jemaah duduk bersama menikmati hidangan ingkung. Tanpa sekat, seluruh jamaah menyatu dalam suasana guyub dan rukun, seperti kehidupan para santri di lingkungan pesantren.

Melalui doa bersama, sholawat, dan tradisi makan ingkung, Jamaah Padang Bulan Kendal berharap Tahun Baru Islam membawa keberkahan, kemudahan, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut