Kuliner Nusantara Naik Kelas, Hotel di Semarang Hadirkan dengan Sentuhan Modern
SEMARANG,iNewsPantura.id – Kekayaan kuliner Indonesia terus mengalami perkembangan seiring munculnya berbagai inovasi penyajian. Mengangkat cita rasa khas daerah dengan pendekatan modern, Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang memperkenalkan konsep “Gastronomi Nusantara” sebagai upaya menghadirkan kembali ragam makanan tradisional dalam kemasan yang lebih kreatif.
Konsep tersebut diperkenalkan melalui Little by More Gastro Cafe, Selasa (30/6/2026), dan mulai dapat dinikmati masyarakat pada 1 Juli 2026. Melalui sajian ini, beragam makanan khas Indonesia diolah dengan teknik memasak modern tanpa meninggalkan karakter rasa aslinya.
Konsep Gastronomi Nusantara menampilkan perjalanan cita rasa dari berbagai daerah, termasuk kuliner khas Semarang yang menjadi bagian dari identitas budaya lokal. Hidangan tradisional tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga sebagai cerita tentang sejarah, bahan lokal, dan kekayaan rempah Indonesia.
Salah satu sajian yang diangkat yakni Singkong Keju Sambal Roa yang memadukan bahan pangan khas Jawa dengan cita rasa sambal roa dari Indonesia Timur. Perpaduan tersebut menunjukkan bagaimana berbagai karakter kuliner daerah dapat bertemu dalam satu hidangan.
Selain itu, kekayaan rempah Nusantara ditampilkan melalui menu seperti Iga Penyet Sambal Kecombrang dan Bebek Goreng Rempah Sambal Ijo yang mengedepankan cita rasa kuat khas masakan Indonesia.
Identitas kuliner Kota Semarang juga turut diperkenalkan melalui Bandeng Presto Sambal Mangga. Makanan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Semarang tersebut disajikan dengan pendekatan baru melalui tampilan yang lebih modern.
Tidak hanya menu utama, inovasi juga dilakukan pada minuman tradisional. Kreasi Wedang Fusion Series menghadirkan olahan minuman khas Indonesia dengan perpaduan rasa baru, seperti Ronde Royal, Ndongo Coconut Latte, White Bean Cinnamon Latte, hingga Mung Bean Pandan Cream.
Director of Sales & Marketing Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang, Intan Anggraeni, mengatakan kuliner memiliki peran besar dalam mengenalkan budaya kepada masyarakat.
"Melalui Gastronomi Nusantara, kami ingin mengajak setiap tamu menikmati cerita sejarah dan kekayaan alam yang tersimpan di balik setiap hidangan Indonesia yang kaya, hangat, namun selalu adaptif untuk berinovasi," ujarnya.
Menurutnya, perkembangan kuliner saat ini menjadi ruang bagi makanan tradisional untuk terus berkembang tanpa kehilangan akar budaya. Sajian Nusantara dapat tetap relevan dengan selera masa kini melalui kreativitas pengolahan dan penyajian.
General Manager Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang, Timur Nugrahatama, menambahkan bahwa inovasi kuliner menjadi bagian dari upaya memperkuat pengalaman masyarakat dalam mengenal keberagaman rasa Indonesia.
"Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat menikmati makanan, tetapi juga mengenalkan kekayaan cita rasa Semarang dan Nusantara kepada masyarakat luas," katanya.
Melalui konsep Gastronomi Nusantara, kuliner Indonesia kembali mendapat ruang untuk berkembang dengan tetap mempertahankan identitasnya. Sajian tradisional diolah bukan sekadar sebagai menu makanan, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga warisan rasa dan budaya Indonesia.
Editor : Eddie Prayitno