get app
inews
Aa Text
Read Next : Anak Berani Bicara Jadi Kunci Perlindungan Anak di Kota Semarang

Stasiun Tawang Berwajah Baru, Semarang Perkuat Konektivitas dan Kawasan Heritage

Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:23 WIB
header img
Walikota semarang bersama sejumlah menteri menunggu kehadiran Presiden Prabowo di Stasiun Tawang. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id - Revitalisasi Tahap I Stasiun Semarang Tawang menjadi tonggak penting pelestarian warisan sejarah sekaligus penguatan konektivitas dan ekonomi Kota Semarang. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi peresmian revitalisasi bangunan cagar budaya tersebut oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menurut Agustina, revitalisasi Stasiun Semarang Tawang menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur modern dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian sejarah sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Bangunan yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Semarang selama lebih dari satu abad itu dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai saksi perjalanan perdagangan, mobilitas masyarakat, hingga perkembangan Kota Semarang sebagai kota pelabuhan dan pusat ekonomi di Pulau Jawa.

"Stasiun Tawang bukan sekadar simpul transportasi. Ia adalah bagian dari identitas Kota Semarang. Karena itu, revitalisasi ini merupakan investasi peradaban yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi," ujar Agustina.

Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914. Revitalisasi tahap pertama yang dikerjakan selama 330 hari meliputi penataan fasad, hall utama, sisi barat dan timur bangunan, ruang tunggu, ruang VIP, selasar, hingga perbaikan sistem drainase.

Berbagai ornamen dan elemen arsitektur juga dikembalikan mengacu pada dokumentasi lama untuk menjaga karakter asli bangunan cagar budaya tersebut.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan revitalisasi dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi tanpa mengesampingkan pelestarian bangunan bersejarah.

Proses revitalisasi dilakukan dengan mengembalikan berbagai elemen bangunan berdasarkan dokumentasi dan foto-foto lama sehingga nilai sejarah bangunan yang telah berusia lebih dari 112 tahun tetap terjaga.

Tingginya mobilitas masyarakat turut menjadi dasar peningkatan fasilitas di Stasiun Semarang Tawang. Sepanjang tahun 2025, stasiun tersebut melayani 3.862.127 aktivitas pelanggan. Sementara pada Semester I Tahun 2026 tercatat sebanyak 2.152.894 aktivitas naik dan turun pelanggan dengan rata-rata 34 perjalanan kereta api setiap hari.

Data tersebut mempertegas posisi Stasiun Semarang Tawang sebagai salah satu simpul mobilitas terpenting di Jawa Tengah yang berperan besar dalam memperkuat konektivitas wilayah, mendukung sektor pariwisata, serta menggerakkan perekonomian Kota Semarang.

Agustina menilai, komitmen PT KAI menjadi bukti bahwa peningkatan pelayanan publik tidak harus menghilangkan nilai sejarah sebuah bangunan. Sebaliknya, pelestarian warisan budaya mampu menghadirkan nilai tambah sebagai daya tarik wisata, ruang edukasi sejarah, hingga pengungkit pertumbuhan ekonomi.

"Bagi Kota Semarang, pesan Presiden tersebut memiliki makna yang sangat relevan. Kemajuan tidak boleh memutus hubungan dengan sejarah. Justru warisan budaya harus menjadi modal untuk membangun kota yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing," katanya.

Keberadaan Stasiun Semarang Tawang yang berada di pintu masuk kawasan Kota Lama Semarang juga dinilai memiliki nilai strategis. Setiap wisatawan yang datang menggunakan kereta api akan langsung disambut kawasan heritage yang menjadi kebanggaan Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang pun berkomitmen memperkuat integrasi kawasan tersebut dengan Pecinan, Kampung Melayu, pusat UMKM, kawasan ekonomi kreatif, serta sistem transportasi perkotaan agar manfaat revitalisasi semakin dirasakan masyarakat.

Menurut Agustina, besarnya jumlah penumpang menunjukkan bahwa Stasiun Tawang bukan hanya aset sejarah, tetapi juga infrastruktur strategis yang menopang aktivitas ekonomi daerah.

Peningkatan kualitas layanan transportasi diyakini akan membuka peluang tumbuhnya sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian Kota Semarang.

Momentum revitalisasi ini juga dinilai semakin strategis karena Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Infrastruktur transportasi yang semakin representatif diharapkan menjadi gerbang utama dalam menyambut ribuan tamu dari seluruh Indonesia sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota modern yang tetap menjaga karakter sejarahnya.

Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi komitmen Pemerintah Pusat dan PT Kereta Api Indonesia dalam menjaga warisan sejarah bangsa. Pemkot Semarang menyatakan siap memperkuat kolaborasi agar revitalisasi Stasiun Tawang tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Tetapi juga mampu menghidupkan kawasan sekitarnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor pariwisata dan investasi, serta semakin mengukuhkan Semarang sebagai kota yang nyaman dikunjungi, dihuni, dan menjadi tujuan berusaha.

Menutup rangkaian peresmian, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa pembangunan harus selalu berpijak pada sejarah sebagai fondasi dalam membangun masa depan bangsa.

"Kita buktikan Indonesia menghadapi masa depan dengan optimistis, dengan semangat, tanpa melupakan sejarah. Sejarah penting bagi kepribadian kita dan masa depan kita," ujar Presiden.

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa revitalisasi Stasiun Semarang Tawang bukan hanya menghadirkan wajah baru sebuah bangunan bersejarah, melainkan juga menjadi simbol bahwa kemajuan dapat berjalan selaras dengan pelestarian sejarah demi kesejahteraan masyarakat dan masa depan Kota Semarang.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut