Pariwisata Berkelanjutan Perlu Dukungan Publikasi yang Kuat dan Kolaboratif
BALI,iNewsPantura.id – Pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi wisata, tetapi juga membutuhkan dukungan publikasi yang mampu membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaannya.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Studi Tiru Pengelolaan Publikasi Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Jejaring Media Strategis yang digelar pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Bali. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran mengenai pengelolaan publikasi pariwisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi hijau.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reynasari, mengatakan pariwisata merupakan sebuah ekosistem yang saling berkaitan sehingga pengembangannya tidak dapat hanya berfokus pada objek wisata semata.
"Pariwisata tidak hanya tentang objek wisatanya saja. Ada transportasi, akomodasi, layanan, kebersihan, hingga keterlibatan masyarakat yang harus berjalan selaras agar destinasi bisa tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengembangan sektor pariwisata juga ditentukan oleh sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga media massa. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai media memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman publik bahwa pariwisata berkelanjutan bukan hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, melainkan juga tentang bagaimana sebuah destinasi mampu tumbuh dengan tetap menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan dan strategi publikasi pariwisata. Publikasi yang efektif dinilai dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan praktik-praktik baik dalam pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Selain itu, transformasi digital turut menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam pengembangan pariwisata modern. Pemanfaatan sistem pembayaran digital dinilai mampu memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam melakukan transaksi sehingga dapat mendukung kenyamanan selama berwisata.
"Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu penunjang pariwisata modern. Wisatawan bisa bertransaksi lebih praktis tanpa harus menukar uang tunai, sehingga pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman," katanya.
Penguatan publikasi pariwisata juga dipandang memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di daerah. Tidak hanya untuk menarik wisatawan, publikasi yang baik diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong tumbuhnya ekonomi hijau.
Melalui pertukaran praktik baik yang dilakukan dalam kegiatan studi tiru tersebut, pengembangan pariwisata diharapkan dapat semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Editor : Eddie Prayitno