Kelompok Tani Sendangdalem Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Pertanian Lahan Kering
KEBUMEN,iNewsPantura.id – Upaya penguatan kapasitas kelompok tani dalam mengelola pertanian lahan kering terus dilakukan di Desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen.
Melalui pelatihan yang dipadukan dengan praktik budidaya tanaman hortikultura dan jagung, masyarakat didorong untuk lebih adaptif dalam menerapkan inovasi pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayahnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat desa, kelompok tani, kelompok peternak, dan masyarakat Desa Sendangdalem. Selain memperkuat kapasitas organisasi kelompok tani, pelatihan juga memberikan pengalaman praktik penggunaan alat pertanian sederhana untuk meningkatkan efisiensi budidaya tanaman.
Pelatihan dilaksanakan secara langsung di lahan milik salah satu anggota kelompok tani. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai penguatan organisasi, tetapi juga terlibat dalam praktik pengolahan dan penanaman tanaman hortikultura di lahan kering.
Kegiatan diawali dengan penyiraman lahan yang telah dibuat bedengan sebagai tahap persiapan sebelum penanaman. Setelah kondisi lahan dinilai sesuai, peserta melanjutkan dengan penanaman bibit cabai dan terong ungu secara bersama-sama dengan pendampingan dari tim pelaksana kegiatan.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai tahapan budidaya tanaman hortikultura yang tepat untuk diterapkan pada lahan kering. Teknik penanaman yang sesuai diharapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian masyarakat.
Setelah penanaman bibit selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman benih jagung ungu dan jagung manis menggunakan alat tanam jagung manual atau corn seeder. Sebelum praktik dilakukan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara pengoperasian alat, mulai dari pengaturan jarak tanam hingga teknik memasukkan benih agar menghasilkan pola tanam yang seragam.
Peserta kemudian mencoba menggunakan alat tersebut secara bergantian dengan pendampingan dari tim pelaksana. Bagi sebagian besar peserta, penggunaan corn seeder menjadi pengalaman baru karena dinilai mampu mempercepat proses penanaman dibandingkan metode manual serta menghasilkan jarak tanam yang lebih teratur.
Penggunaan alat pertanian tepat guna menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi kerja di sektor pertanian, khususnya pada pengelolaan lahan kering yang memiliki tantangan tersendiri. Inovasi sederhana tersebut diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Selain peningkatan keterampilan teknis, penguatan kapasitas organisasi kelompok tani juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Kelompok tani yang memiliki tata kelola organisasi yang baik dinilai akan lebih mampu membangun kerja sama antaranggota, mengembangkan usaha pertanian, serta merespons berbagai tantangan di sektor pertanian secara lebih efektif.
Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong terwujudnya kelompok tani yang mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing. Dengan dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna, produktivitas lahan kering di Desa Sendangdalem diharapkan dapat terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Editor : Eddie Prayitno