get app
inews
Aa Text
Read Next : Edukasi Warga Salatiga Beralih dari Makan Kenyang ke Makan Sehat

Tantangan Global Menguat, Dialog Agama dan Pendidikan Dinilai Semakin Penting

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:27 WIB
header img
Seminar Internasional Religion, Education, and Social Justice, Critical Perspective.dokumen

SALATIGA,iNewsPantura.id – Peran agama dan pendidikan dalam mewujudkan keadilan sosial menjadi perhatian penting di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini.

Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan para pemangku kebijakan dinilai menjadi kunci dalam melahirkan pembangunan yang lebih inklusif dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional bertajuk Religion, Education, and Social Justice: Critical Perspective yang digelar di Hotel Laras Asri, Salatiga, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dan pakar dari Indonesia, Amerika Serikat, dan Arab Saudi untuk membahas hubungan antara agama, pendidikan, dan keadilan sosial dalam konteks global.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya forum akademik yang mempertemukan berbagai perspektif lintas negara tersebut. Menurutnya, pembahasan mengenai agama, pendidikan, dan keadilan sosial memiliki relevansi yang besar dalam mendukung pembangunan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Ia menilai, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah perlu terus diperkuat untuk menghasilkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

"Agama mengajarkan nilai kemanusiaan, pendidikan membentuk cara berpikir kritis, sedangkan keadilan sosial menjadi ukuran keberhasilan pembangunan yang dirasakan seluruh masyarakat," ujarnya.

Menurut Robby, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang toleran, inklusif, dan berkeadilan. Karena itu, penguatan dialog akademik mengenai berbagai persoalan sosial menjadi bagian penting dalam merumuskan solusi yang mampu menjawab tantangan zaman.

Sementara itu, Prof. Dr. Phil. Widiyanto, M.A., dalam paparannya menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pendidikan agama di era globalisasi. Ia menyebutkan bahwa relasi antara agama, pendidikan, dan politik memerlukan pengelolaan yang bijaksana agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Menurutnya, kebijakan pendidikan yang tidak memperhatikan prinsip keadilan dan keberagaman berpotensi memunculkan konflik sosial maupun mengabaikan hak-hak kelompok minoritas.

Ia menekankan pentingnya penguatan perspektif kemanusiaan dan rasionalitas dalam penyusunan kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi semata, tetapi juga mampu menjamin terciptanya keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui forum internasional tersebut, para akademisi dan pemangku kebijakan didorong untuk terus memperkuat kolaborasi dalam merumuskan kebijakan yang inklusif, berkelanjutan, dan menghargai keberagaman. Dialog lintas perspektif dinilai menjadi salah satu upaya penting dalam menjawab berbagai tantangan global sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bahwa agama, pendidikan, dan keadilan sosial merupakan tiga pilar yang saling berkaitan dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih adil dan harmonis.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut