Ngunduh Mantu Unik,Tradisi Dibalut Seni Teatrikal dan Puisi
SEMARANG, iNewsPantura.id-Sebuah prosesi Ngunduh Mantu di semarang, digelar dengan keunikan karena dibalut dengan seni teatrikal dan puisi. Teatrikal yang bertema perahu kayu ini menjadi simbol perjalanan cinta yang berlabuh.
Adalah Edy Djohar seorang seniman dan juga petani ikan,warga Tenggung Rejo,Kaligawe Semarang yang punya hajatan Ngunduh Mantu.Ngunduh mantu dilakukan setelah putrinya Josephin Nintiarna melangsungkan pernikahan dengan Calvin Jayanto Purba di Pematang Siantar pada pertengahan Agustus lalu.
Prosessi ngunduh mantu dimulai dengan teatrikal penjemputan pasangan mempelai bersama rombongan besan yang dilakukan oleh seniman KOWE atau Komunitas Kaligawe. Dengan gambaran sebuah perahu kayu ,teatrikal yang menjiwai dan alunan puisi kemudian mengantar rombongan mempelai ke rumah hingga penyambutan yang dilakukan tuan rumah ( Edy Djohar dan istri ).
Edy Djohar yang juag Presiden atau ketua KOWE ( Komunitas Kaligawe ) mengatakan, tradisi, kesakralan, dan seni merupakan satu kesatuan yang mampu menggambarkan harmoni dalam sebuah acara pernikahan. Ia menegaskan, kehadiran seni dalam rangkaian acara tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi makna maupun kesakralan prosesi pernikahan.
Sedangkan terkait ide tema teatrikal yakni Perahu kayu menurut Edy Djohar karena tidak jauh dari gambaran kehidupan keseharian.
“ idenya ya itu tidak terlalu jauh dari kehidupan saya yang juga sebagai petani ikan atau nelayan,” katanya di sela sela acara.
“ Saya juga berharap,hal yang sama juga dilakukan teman teman lain ,dengan tema yang berbeda.”tambahnya.
Sementara Calvin Jayanto Purba,sang mempelai pria mengaku kaget namun senang atas penyambutan tersebut.
“Saya terkejut,karena di Batak tidak ada kaya gini.Ini luar biasa dan banyak maknanya,” katanya.
Editor : Eddie Prayitno