Transportasi Publik Semarang Raih Pengakuan Nasional, Modernisasi Trans Semarang Terus Dikebut
SEMARANG,iNewsPantura.id - Upaya Pemerintah Kota Semarang membenahi transportasi publik kembali menuai apresiasi di tingkat nasional. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang meraih penghargaan dalam ajang Transportasi Indonesia Award 2026 sebagai bentuk pengakuan atas komitmen menghadirkan layanan transportasi yang semakin modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Gedung Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta melengkapi apresiasi yang sebelumnya diterima Trans Semarang untuk kategori Transportasi Ramah Disabilitas.
Pengakuan tersebut dinilai tidak lepas dari berbagai pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan hingga percepatan peremajaan armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat perkotaan.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas berbagai upaya pembenahan yang terus kami lakukan. Karena itu, kami akan terus melanjutkan peningkatan kualitas pelayanan, termasuk mempercepat peremajaan armada agar masyarakat semakin merasakan layanan Trans Semarang yang aman, nyaman, dan andal," ujarnya.
Sepanjang 2026, Dishub menargetkan peremajaan 132 armada dari total 284 unit BRT yang beroperasi. Program tersebut juga mencakup pengadaan 27 bus besar listrik sebagai langkah awal menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 73 armada atau sekitar 55 persen dari target peremajaan telah direalisasikan. Armada baru yang mulai beroperasi memiliki spesifikasi pelayanan yang lebih modern untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang, sementara pengadaan bus listrik akan dilakukan secara bertahap.
Menurut Danang, program peremajaan bukan sekadar mengganti armada yang telah berusia tua, tetapi menjadi bagian dari transformasi transportasi perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Tahun ini kami menargetkan peremajaan 132 armada, termasuk 27 bus besar listrik. Hingga akhir Juli, sebanyak 73 armada atau sekitar 55 persen target telah direalisasikan. Kami optimistis seluruh target dapat tercapai sehingga layanan Trans Semarang semakin modern, nyaman, aman, sekaligus lebih ramah lingkungan," katanya.
Selain memperbarui armada, Pemkot Semarang juga terus memperkuat layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Berbagai fasilitas telah disiapkan, seperti ruang khusus pengguna kursi roda di dalam bus, armada yang mudah diakses, jalur menuju halte, hingga pengembangan halte berkonsep low deck untuk memudahkan mobilitas seluruh pengguna.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi publik yang inklusif, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui modernisasi armada dan peningkatan aksesibilitas, Pemerintah Kota Semarang berharap Trans Semarang semakin mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas, sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi perkotaan yang aman, nyaman, efisien, dan berwawasan lingkungan.
Editor : Eddie Prayitno