Aktivasi Pelabuhan Kendal Kembali Tertunda, Operator Kapal Nilai Alur Belum Aman
KENDAL,iNewsPantura.id – Rencana menghidupkan kembali layanan penyeberangan di Pelabuhan Kendal harus kembali ditunda. Upaya normalisasi alur pelayaran yang dilakukan selama beberapa waktu terakhir belum mampu meyakinkan operator kapal untuk membuka kembali rute dari pelabuhan tersebut.
Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Budi Sulistyo, mengatakan PT Surya Timur Line sempat menjadwalkan pengoperasian KMP Shalem pada Agustus 2026. Namun setelah melakukan inspeksi lapangan, perusahaan memutuskan membatalkan pelayaran karena kondisi pelabuhan dinilai belum memenuhi standar keselamatan operasional.
"Operator menilai kondisi pelabuhan masih belum layak sehingga kapal belum bisa dioperasikan dari Kendal," kata Budi.
Menurutnya, persoalan utama masih berada pada pendangkalan kolam retensi yang menghambat kapal untuk bermanuver dan bersandar dengan aman. Kondisi tersebut juga menjadi alasan KMP Kalibodri milik PT ASDP Indonesia Ferry belum kembali melayani lintasan Kendal–Kumai.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Kendal bersama calon operator telah melakukan pengerukan sedimentasi dengan mengerahkan empat alat berat dan kapal tongkang. Upaya itu diharapkan mampu mengembalikan kedalaman alur pelayaran, namun hasil evaluasi menunjukkan kondisi pelabuhan masih belum sesuai kebutuhan kapal.
Budi mengaku kecewa karena hingga kini belum ada kepastian mengenai pengoperasian kembali lintasan Kendal–Kumai. Padahal, rute tersebut masih tercantum dalam Surat Keputusan Kementerian Perhubungan sebagai lintasan penyeberangan resmi.
"Kalau dasar hukumnya masih berlaku, tentu kami berharap layanan penyeberangan bisa segera diaktifkan kembali setelah persoalan alur selesai," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus memantau perkembangan Pelabuhan Kendal mengingat pelabuhan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung Jawa Tengah dengan Kalimantan.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan merelokasi sementara KMP Kalibodri ke lintasan Bolok–Rote pada akhir 2024 akibat pendangkalan alur pelayaran. Relokasi itu bersifat sementara dengan harapan kapal kembali ke Kendal setelah proses normalisasi selesai.
Namun hingga kini, target tersebut belum tercapai. Belum pulihnya kondisi alur pelayaran membuat kebangkitan Pelabuhan Kendal kembali tertunda, sekaligus menunda harapan masyarakat terhadap beroperasinya kembali jalur penyeberangan Kendal–Kumai yang dinilai penting untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah.
Editor : Eddie Prayitno