get app
inews
Aa Text
Read Next : Semangat Kemerdekaan Untuk Ojol dan Anak Panti Hingga Bantuan Korban Gempa NTT

Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gempolsewu, Dorong Nelayan Kendal Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:07 WIB
header img
Prosesi peletakan batu pertama   pembangunan kampung nelayan di Dedsa Gempolsewu. Eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Kendal mulai diwujudkan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari.

Pembangunan kawasan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama PT Agrinas Jaladri Nusantara. Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 153 hari.

Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diarahkan untuk membangun kawasan perikanan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan kebutuhan nelayan sebelum melaut hingga pengelolaan hasil tangkapan.

Konsultan dan Konstruksi PT Agrinas Jaladri Nusantara, Agus, mengatakan konsep KNMP tidak hanya menyediakan fasilitas bagi nelayan, tetapi juga menghubungkan seluruh aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir.

“Konsepnya terintegrasi. Jadi aktivitas nelayan dari kebutuhan sebelum melaut, kemudian pendaratan ikan, sampai hasil tangkapan itu bisa dikelola di kawasan ini,” ujar Agus.

Menurut dia, sejumlah fasilitas akan dibangun untuk menunjang aktivitas tersebut. Di antaranya gedung penyimpanan perbekalan nelayan, pabrik es, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, tangki air, hingga fasilitas pengolahan limbah.

Dengan adanya fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan tidak langsung keluar dari kawasan dalam kondisi mentah. Hasil tangkapan dapat ditangani, disortir, dikelola, dan dipasarkan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Harapannya hasil tangkapan nelayan bisa ditangani dengan lebih baik dan memberikan nilai tambah. Jadi nelayan tidak hanya menjual ikan, tetapi ada proses yang bisa meningkatkan nilai ekonominya,” katanya.

PPK Kampung Nelayan Merah Putih, Linggom, menjelaskan Desa Gempolsewu dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga bagi kawasan pesisir di sejumlah daerah.

“Gempolsewu ini posisinya cukup strategis karena menjadi wilayah penyangga antara beberapa kabupaten, mulai Kendal, Batang, Pekalongan, Demak sampai Jepara,” jelasnya.

Selain lokasi yang strategis, pemilihan Gempolsewu juga mempertimbangkan kesiapan lahan dan sejumlah persyaratan teknis lainnya. Salah satu syarat utama adalah tersedianya lahan dengan luas minimal dua hektare.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan sebelumnya terdapat beberapa lokasi yang diusulkan untuk pembangunan KNMP, di antaranya Bandengan, Sendang Sikucing, dan Gempolsewu.

“Dari beberapa lokasi yang diusulkan, Gempolsewu memenuhi persyaratan yang ditentukan, salah satunya terkait ketersediaan lahan minimal dua hektare,” kata Hudi.

Ia berharap keberadaan KNMP nantinya dapat memperkuat ekosistem perikanan di wilayah pesisir Kendal. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam hal penanganan, pemasaran, hingga distribusi hasil perikanan.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan pembangunan KNMP menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menurutnya, nelayan harus didorong agar tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan sebagai sumber pendapatan. Dengan fasilitas yang tersedia di KNMP, nelayan diharapkan mampu mengelola hasil tangkapan sehingga memperoleh nilai tambah.

 “Harapannya nelayan tidak hanya menjadi penghasil ikan, tetapi juga mampu mengelola hasil tangkapannya sehingga nilai ekonominya meningkat,” ujar Dyah.

Pengelolaan KNMP nantinya juga akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan.

Selain fasilitas ekonomi, pembangunan KNMP juga memperhatikan aspek lingkungan. Kawasan tersebut akan dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bioteknologi untuk mengolah limbah yang dihasilkan dari aktivitas perikanan.

Keberadaan IPAL diharapkan dapat mencegah limbah perikanan mencemari lingkungan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan.

Secara keseluruhan, KNMP Gempolsewu dirancang sebagai pusat aktivitas perikanan yang terintegrasi. Nelayan dapat memperoleh kebutuhan melaut melalui kios perbekalan, mendapatkan fasilitas air bersih, kemudian mendaratkan hasil tangkapan di shelter yang disediakan.

Hasil tangkapan selanjutnya dapat menjalani proses penanganan awal, penyortiran hingga distribusi. Pabrik es juga disiapkan untuk membantu menjaga kualitas ikan sebelum dipasarkan.

Pembangunan KNMP tersebut diharapkan tidak sekadar menghadirkan kawasan baru di pesisir Kendal. Lebih dari itu, kawasan ini ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi nelayan, meningkatkan produktivitas, memperluas rantai nilai hasil perikanan, sekaligus mendorong masyarakat pesisir untuk naik kelas.

Dengan terintegrasinya kebutuhan nelayan, pendaratan ikan, pengolahan, hingga pemasaran, Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir Kabupaten Kendal.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut