Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Waspadai Investasi Bodong, Ini Kiatnya.
Advertisement . Scroll to see content

OJK Purwokerto Dorong Pelajar Banyumas Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:36 WIB
  • author Saladin Ayyubi
OJK Purwokerto Dorong Pelajar Banyumas Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital
OJK Purwokerto bersama TPAKD Banyumas mengedukasi pelajar tentang literasi keuangan digital dan pentingnya menabung dalam OJK Goes To School. Foto : iNewsPantura.id/ Saladdin A

BANYUMAS, iNewsPantura.id — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas dan sejumlah lembaga jasa keuangan menggelar OJK Goes To School di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026, yang diperingati setiap 20 Agustus. Mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini bertujuan membangun budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.

Kegiatan diikuti sekitar 250 peserta, terdiri atas guru pendamping dan perwakilan siswa SMA, SMK, MA, serta sederajat dari wilayah Kabupaten Banyumas. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri, perwakilan Kantor Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, serta pimpinan sejumlah lembaga jasa keuangan.

Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, mengatakan literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

“Dengan pemahaman keuangan yang baik, siswa diharapkan mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami produk dan layanan jasa keuangan, serta terhindar dari berbagai risiko keuangan maupun investasi ilegal dengan mengingat 2L, yaitu Legal dan Logis,” ujar Dinavia.

Menurut Dinavia, generasi muda juga perlu menyikapi fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) secara bijak. Jangan sampai keinginan mengikuti tren di media sosial justru mendorong perilaku konsumtif dan keputusan keuangan yang tidak sesuai dengan tujuan masa depan.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan indeks literasi keuangan meningkat dari 66,64 persen pada 2025 menjadi 69,57 persen pada 2026. Sementara indeks inklusi keuangan juga meningkat dari 92,74 persen menjadi 93,61 persen pada periode yang sama.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi kolaborasi OJK, TPAKD, lembaga pendidikan, dan industri jasa keuangan dalam memperluas edukasi keuangan bagi pelajar.

Ia menilai program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dapat menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab sejak dini.

Selain edukasi keuangan, kegiatan juga diisi dengan kualifikasi Clash of Financial Genius (CoFG). Para peserta akan mengikuti kompetisi pada puncak Hari Indonesia Menabung yang dijadwalkan berlangsung 27 Agustus 2026 di Kantor OJK Purwokerto.

Kegiatan turut diwarnai dengan dukungan inklusi keuangan berupa bantuan sarana dan prasarana pendidikan serta beasiswa dari sejumlah lembaga jasa keuangan.

Bantuan tersebut antara lain diberikan oleh BPD Jateng, Bank BTN, Bank Syariah Indonesia, Bank BRI, BPR BKK Purwokerto, BPR Gunung Slamet, dan BPR BKK Jateng Cabang Banyumas kepada sejumlah siswa dan sekolah di wilayah Banyumas.

OJK Purwokerto berharap kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan kebiasaan menabung, tetapi juga membekali pelajar dengan kemampuan mengenali risiko keuangan, termasuk penipuan dan investasi ilegal.

“OJK Purwokerto akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan stakeholders lainnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi pelajar dan masyarakat pada umumnya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas,” kata Dinavia.

Melalui gerakan Hari Indonesia Menabung, pelajar diharapkan tidak sekadar memiliki rekening, tetapi juga mampu menjadikan kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang sehat sebagai bagian dari persiapan menuju masa depan.

Editor: Suryo Sukarno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut