get app
inews
Aa Text
Read Next : Ribuan Laporan Penipuan Keuangan Terjadi di Banyumas Raya, OJK Perkuat Satgas PASTI 2026

Kredit Tumbuh Sepanjang 2025, UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Banyumas Raya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:47 WIB
header img
Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady memaparkan perkembangan sektor jasa keuangan Banyumas Raya 2025 dalam konferensi pers di Purwokerto. Foto : iNewsPantura.id/ Mas Sal

PURWOKERTO, iNewsPantura.id – Sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Penyaluran kredit meningkat dan UMKM tetap menjadi penopang utama pergerakan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Haramain Billady, dalam konferensi pers bersama wartawan. 

Meski kredit perbankan tumbuh, Haramain mengakui kinerjanya belum sepenuhnya optimal karena persaingan ketat antarbank, terutama antara bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“Kontribusi pertumbuhan masih besar di bank umum. BPR tetap tumbuh, tetapi kalah cepat karena persaingan,” ujarnya.
UMKM Serap 60 Persen Kredit

Dari sisi penggunaan, 54 persen kredit di Banyumas Raya mengalir ke sektor produktif berupa modal kerja dan investasi. Sementara 38 persen lainnya masih didominasi kredit konsumsi seperti perumahan, kendaraan bermotor, dan kredit ASN.

“Kalau modal kerja dan investasi mencapai lebih dari 50 persen, itu bagus karena langsung mendorong aktivitas ekonomi,” jelas Haramain.

Berdasarkan kategori pelaku usaha, penyaluran kredit didominasi UMKM dengan porsi sekitar 60 persen, sedangkan non-UMKM sekitar 40 persen. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap kredit terbesar, disusul pertanian dan konstruksi.

Karakter ekonomi tiap daerah pun berbeda. Banjarnegara lebih kuat di sektor pertanian, sementara Purwokerto dan Purbalingga didominasi perdagangan dan konstruksi.

Risiko Kredit Masih Terkendali

Sepanjang 2025, rasio kredit bermasalah (NPL) memang mengalami kenaikan. Namun OJK memastikan langkah pengawasan dan pengendalian terus dilakukan agar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan di Banyumas Raya.

“Kami upayakan agar kenaikan NPL tidak sampai mengganggu stabilitas keuangan,” tegasnya.

LKM dan Perusahaan Pembiayaan Ikut Tumbuh

Di sektor keuangan nonbank, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) juga mencatatkan pertumbuhan aset, DPK, dan pembiayaan. Meski demikian, rasio pembiayaan bermasalah LKM masih berada di kisaran 16 persen.

OJK juga baru memberikan izin operasional LKM di Banjarnegara, sehingga jumlah LKM di wilayah pengawasan OJK Purwokerto bertambah.

Sementara itu, perusahaan pembiayaan tumbuh 6,76 persen secara year-on-year. Penyaluran pembiayaan didominasi sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor, sejalan dengan pembiayaan kendaraan.

Investor Pasar Modal Melejit 30 Persen

Minat masyarakat Banyumas Raya terhadap pasar modal melonjak signifikan. Per Desember 2025, jumlah investor saham dan reksa dana meningkat sekitar 30 persen, dengan total investor baru mencapai sekitar 500 ribu orang sepanjang tahun.

Mayoritas investor berasal dari kelompok usia 21–30 tahun.

Untuk mendorong literasi keuangan, OJK memperluas pembukaan galeri investasi, termasuk galeri edukasi di SMA Negeri 2 Purwokerto pada 2025. Ke depan, pembukaan galeri di luar Purwokerto juga ditargetkan agar edukasi pasar modal lebih merata.

Pengaduan Naik, Waspada Kejahatan Digital
Di sisi lain, jumlah pengaduan masyarakat ke OJK mengalami peningkatan. Dalam satu bulan terakhir tercatat lebih dari 100 pengaduan, mayoritas terkait restrukturisasi kredit, penagihan oleh debt collector, serta penyalahgunaan data pribadi.

OJK mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan KTP atau data pribadi, serta waspada terhadap tautan mencurigakan.

Untuk memperkuat pengawasan investasi ilegal dan kejahatan keuangan digital, OJK juga mengoordinasikan Satgas Pasti bersama aparat kepolisian dan kejaksaan di wilayah Banyumas Raya.

“Kejahatan keuangan digital dan investasi ilegal makin marak. Edukasi masyarakat jadi kunci agar tidak mudah tertipu,” pungkas Haramain.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut