get app
inews
Aa Text
Read Next : Peternak Broiler Gunungkidul Diberikan Sarana Produksi hingga Serapan Hasil Panen

Mahasiswa Undip Kenalkan Tari Prajuritan kepada Anak-anak Desa Bejaten

Jum'at, 04 September 2026 | 16:03 WIB
header img
Anak-anak bersama mahasiswa usai berlatih  tari prajuritan. dokumen

KABUPATEN SEMARANG, iNewsPantura.id – Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang mengenalkan Tari Prajuritan kepada anak-anak Desa Bejaten, Kecamatan Pabelan.

Pengenalan kesenian khas Kabupaten Semarang tersebut dikemas melalui kegiatan Pojok Literasi Mentari Cendekia bertema “Tari Tradisional”.

Sebanyak 25 anak perempuan mengikuti kegiatan yang berlangsung di panggung dekat MI tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program MENITI (Mentari Cendekia, Nawasena Tani, Titian Wirausaha) yang dikembangkan Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip bersama masyarakat Desa Bejaten.

Melalui Pilar Mentari Cendekia, tim menghadirkan Pojok Literasi sebagai ruang pembelajaran informal yang dikemas secara interaktif untuk anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip menghadirkan Eka Putri Ananda dari Disdikbudpora Kabupaten Semarang selaku Pamong Budaya Kabupaten Semarang sebagai narasumber.

Peserta mendapatkan materi mengenai Tari Prajuritan sekaligus pentingnya mengenal dan melestarikan kesenian tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai tari tradisional. Setelah penyampaian materi, anak-anak diajak mempraktikkan gerakan dasar Tari Prajuritan secara bersama-sama.

Antusiasme peserta terlihat saat mereka mengikuti gerakan yang dicontohkan narasumber dan tim pelaksana. Meski sempat mengalami kesulitan menyesuaikan gerakan dengan tempo musik, peserta tetap berusaha mengikuti hingga mampu mempraktikkannya bersama-sama.

Penanggung Jawab Pojok Literasi Mentari Cendekia, Karen Putri Olivia Pakpahan, mengaku bangga melihat semangat anak-anak selama mengikuti kegiatan.

“Bangga banget bisa melihat anak-anak tetap semangat mengikuti setiap gerakan Tari Prajuritan. Memang di awal mereka masih cukup kesulitan, terutama waktu harus menyamakan gerakan dengan tempo lagu yang menurut saya cukup susah, tapi hal itu nggak membuat mereka menyerah. Mereka terus mencoba sampai akhirnya bisa mempraktikkan gerakannya bersama-sama,” ujar Karen.

Menurutnya, keberhasilan anak-anak mengikuti gerakan tari menjadi pengalaman positif dalam proses pembelajaran.

“Waktu melihat mereka senang karena berhasil, rasanya kami juga ikut senang karena bisa terlibat dalam proses belajar mereka,” imbuhnya.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan tersebut antara lain terkait keberagaman tari tradisional, pentingnya mengikuti gerakan saat belajar menari, sikap menghargai teman, serta peran tari tradisional dalam pelestarian budaya.

Ketua Tim Kerja Kesenian dan Nilai Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Setio Widodo, mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam menghadirkan pendidikan informal di lingkungan masyarakat.

“Terima kasih kepada PPK Ormawa BEM FEB Undip yang telah bermitra dalam kegiatan pengabdian ini. Alhamdulillah, kegiatan ini memberikan dampak yang positif, terutama bagi masyarakat. Saya melihat peran teman-teman mahasiswa dalam pendidikan informal sangat baik sekali. Semoga ke depan kegiatan ini dapat terus berlanjut,” ujar Setio.

Setio juga mendorong mahasiswa untuk terus aktif menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa dalam menjaga keberlanjutan berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.

Kolaborasi Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.

Selain menambah pengetahuan mengenai kesenian daerah, pengenalan Tari Prajuritan diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi dan kepedulian anak-anak terhadap pelestarian budaya lokal.

Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip juga berharap Pojok Literasi melalui Pilar Mentari Cendekia dapat terus menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Desa Bejaten, sekaligus mendorong mereka untuk berani berinteraksi, bekerja sama, dan tumbuh bersama lingkungan sekitar

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut