Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Rumah Warga Selokaton Kendal, Kerugian Ditaksir Rp35 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Peternak Broiler Gunungkidul Diberikan Sarana Produksi hingga Serapan Hasil Panen

Jum'at, 04 September 2026 | 16:12 WIB
  • author Kismaya
Peternak Broiler Gunungkidul Diberikan Sarana Produksi hingga Serapan Hasil Panen
Peternak ayam menunjukan indukan untuk dikembangbiakan. Dokumen

GUNUNGKIDUL, iNewsPantura.id - Upaya memperkuat peran peternak rakyat dalam menjaga pasokan pangan terus didorong melalui kolaborasi antara dunia usaha dan koperasi. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) memperkuat kemitraan strategis dalam budidaya ayam broiler di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kemitraan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana produksi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem usaha peternakan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, peternak memperoleh akses terhadap Day Old Chick (DOC) berkualitas sekaligus pendampingan dan bimbingan teknis dalam menjalankan budidaya ayam broiler.

Model kemitraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternak. Di sisi lain, penguatan usaha peternakan rakyat juga dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Direktur JAPFA, Rachmat Indrajaya, mengatakan penguatan kemitraan budidaya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan peternak rakyat melalui akses sarana produksi, peningkatan kapasitas, serta pengembangan sistem pemasaran yang berkelanjutan.

Menurutnya, dukungan JAPFA tidak berhenti pada proses budidaya. Perusahaan juga berperan dalam penyerapan hasil produksi peternak melalui fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

“Di sisi hilir, JAPFA juga menyerap hasil produksi peternak melalui fasilitas Rumah Potong Hewan Unggas yang kami miliki. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan usaha peternak rakyat,” kata Rachmat dalam peresmian kerja sama di Gunungkidul.

Dalam skema kemitraan tersebut, setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas. Peternak bertanggung jawab menyediakan infrastruktur kandang serta tenaga kerja. Sementara JAPFA memastikan ketersediaan DOC sesuai dengan standar kualitas dan memberikan pendampingan teknis selama proses budidaya.

Adapun Koperasi LPER mengambil peran sebagai koordinator komunitas peternak sekaligus penggerak pengembangan usaha bersama, termasuk dalam proses hilirisasi hasil peternakan.

Kerja sama itu dibangun dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pembagian peran yang terukur. Dengan sistem tersebut, kemitraan diharapkan mampu menciptakan hubungan usaha yang lebih sehat antara perusahaan, koperasi, dan peternak rakyat.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara sektor swasta, koperasi, dan peternak dapat menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurut Endah, keberadaan pendampingan teknis dan akses pasar menjadi faktor penting agar peternak rakyat mampu membangun usaha yang lebih stabil dan terus berkembang.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara swasta dan koperasi ini dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di wilayah kami. Menjadikan peternak rakyat sebagai penyedia pangan yang tangguh adalah kunci,” ujarnya.

Ia berharap kemitraan tersebut dapat membantu peternak meningkatkan skala usaha sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.

Dukungan terhadap pola kemitraan industri dan peternak rakyat juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si, menegaskan bahwa industri peternakan dan peternak rakyat harus tumbuh secara bersama.

Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

“Ketika peternak mendapat akses sarana produksi, pendampingan, dan kepastian pasar, produktivitas meningkat dan usaha menjadi lebih kuat,” kata Agung.

Ia menambahkan, pembangunan sektor peternakan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas usaha semata, tetapi juga membentuk ekosistem pangan yang mampu menjaga keberlanjutan pasokan protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Ketua Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, menyampaikan apresiasi kepada Ditjen PKH Kementerian Pertanian dan JAPFA atas terbangunnya kemitraan tersebut.

Ia berharap kerja sama yang dimulai di Gunungkidul dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi model yang dapat dikembangkan di wilayah keanggotaan LPER lainnya yang tersebar di 17 provinsi.

Mulyadi juga mengingatkan anggota koperasi yang memperoleh kesempatan mengikuti program kemitraan agar menjalankan komitmen dan tanggung jawab dengan baik. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kesungguhan seluruh pihak dalam menjaga kepercayaan dan menjalankan peran masing-masing.

Selain memperkuat akses terhadap sarana produksi dan pasar, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak melalui sistem insentif yang transparan dan berbasis kinerja.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong peternak meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya, sekaligus membangun ekosistem usaha yang lebih sehat. Pengelolaan risiko secara bersama dan penerapan standar budidaya yang sesuai dengan ketentuan regulasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kemitraan.

Rachmat berharap penguatan kerja sama antara JAPFA dan Koperasi LPER dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional melalui pemberdayaan peternak rakyat.

“Kami berharap penguatan kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kedaulatan pangan dan menjadikan peternak rakyat sebagai rekanan pangan yang mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut