Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Disdukcapil Kendal Kejar Perekaman KTP-el Pelajar, Usia 16 Tahun Sudah Bisa
Advertisement . Scroll to see content

GP Ansor Jateng Waspada Ancaman Siber, dari Phishing hingga Penyalahgunaan Data

Sabtu, 19 September 2026 | 12:37 WIB
  • author Dimas Yuli
GP Ansor Jateng Waspada Ancaman Siber, dari Phishing hingga Penyalahgunaan Data
Literasi Digital dan Workshop Cyber Security di Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah Semarang. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Kejahatan siber terus berkembang seiring semakin luasnya penggunaan teknologi digital. Salah satu modus yang banyak digunakan adalah phishing, yakni upaya mencuri data pribadi dan kredensial korban dengan menyamar sebagai pihak yang dipercaya.

Kondisi tersebut mendorong Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah memperkuat literasi digital bagi kader dan masyarakat. Upaya itu dilakukan melalui Literasi Digital dan Workshop Cyber Security di Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah Semarang.

Kegiatan yang digelar bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Garuda Spark tersebut membahas berbagai ancaman di ruang digital. Di antaranya penipuan daring, pencurian data pribadi, penyalahgunaan identitas hingga jebakan situs palsu.

Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Prof Yudho Giri Sucahyo mengatakan, kejahatan siber berkembang cepat karena didorong motif ekonomi. Penindakan terhadap pelaku saja dinilai tidak cukup untuk memutus mata rantai kejahatan tersebut.

“Misalnya, kita basmi 1.000, pasti muncul 2.000 dan semakin berkembang,” kata Yudho.

Menurut dia, masyarakat perlu dibekali kemampuan mengenali modus penipuan agar tidak mudah menjadi korban. Phishing dapat dilakukan dengan mengarahkan korban ke situs palsu atau memanfaatkan perangkat lunak berbahaya untuk mendapatkan username, kata sandi maupun informasi kartu pembayaran.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Dr H M Shidqon Prabowo mengatakan perkembangan teknologi harus diikuti kemampuan melindungi diri di ruang digital.

Menurut dia, kader Ansor tidak cukup hanya mampu memanfaatkan teknologi. Mereka juga perlu memahami risiko yang muncul dari penggunaan internet, termasuk ancaman terhadap keamanan data pribadi.

“GP Ansor Jawa Tengah ingin melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan digital,” ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Tita Soewarto menambahkan, keamanan identitas digital menjadi persoalan penting karena masyarakat kini menggunakan banyak platform yang menyimpan data pribadi.

Ketergantungan pada username dan kata sandi, ditambah penyebaran data pribadi di berbagai platform, menurut dia, dapat memperbesar risiko penyalahgunaan identitas.

“Terutama untuk memastikan proses pembuktian, autentikasi dan otorisasi identitas berjalan dengan baik,” katanya.

Data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat 7.988 serangan phishing pada domain .id sepanjang kuartal III 2022, dengan 181 situs unik yang digunakan dalam serangan tersebut.

Ancaman digital tidak hanya menyangkut pencurian data. Perubahan teknologi juga berdampak pada pola masyarakat memperoleh informasi.

Komisioner KPID Jawa Tengah M Nur Huda mengatakan lembaga penyiaran harus beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat akibat perkembangan platform digital.

“Inovasi program siaran merupakan hal mutlak bagi lembaga penyiaran di tengah gempuran arus informasi melalui teknologi digital. Kalau tidak mau beradaptasi ya akan ditinggal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskomdigi Jawa Tengah Lilik Henry menekankan pentingnya kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara aman.

Literasi digital, kata dia, tidak sebatas kemampuan mengoperasikan perangkat dan aplikasi. Masyarakat juga perlu mampu mengenali informasi mencurigakan, memeriksa alamat situs, menjaga data pribadi, serta tidak sembarangan memberikan kode OTP, kata sandi maupun informasi finansial.

Melalui kegiatan tersebut, kader dan masyarakat didorong menjadi pengguna teknologi yang lebih aktif sekaligus waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berubah.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut