Tantang-Tantangan di Medsos Berujung Tawuran di Kendal, Satu Remaja Terluka
KENDAL,iNewsPantura.id – Saling tantang melalui media sosial berujung tawuran berdarah di Kabupaten Kendal. Bentrokan antarkelompok remaja terjadi di Jalan Raya Cepiring-Gemuh, Desa Pandes, Kecamatan Cepiring.
Seorang remaja berinisial GPO (16) mengalami luka bacok dalam kejadian tersebut dan harus mendapat perawatan di Puskesmas Ringinarum.
Kasus itu terungkap setelah Unit Opsnal Satreskrim Polres Kendal menerima informasi adanya remaja yang dirawat karena luka bacok sekitar pukul 07.30 WIB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan adanya kaitan dengan aksi tawuran.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, tawuran bermula dari aksi saling tantang melalui Instagram. Kelompok yang menggunakan akun @official_kampoengtengahkdl menantang kelompok @dataran164boys.
Kedua kelompok kemudian sepakat bertemu di lokasi kejadian dengan membawa senjata. Bentrokan pun tak terhindarkan.
“Dari pendalaman intensif oleh anggota di lapangan, dipastikan bahwa remaja tersebut merupakan korban dari aksi tawuran antarkelompok,” ujar Ratna.
Polisi kemudian mengamankan MZA alias P (16), pelajar asal Kecamatan Ringinarum. MZA diduga membawa senjata tajam jenis celurit saat tawuran berlangsung.
Celurit yang diamankan memiliki panjang mencapai 82 sentimeter. Selain itu, polisi menyita sepeda motor Honda Beat Street, sebuah telepon seluler, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah remaja lain yang berada di lokasi, yakni WNA (17), GPO (16), MGAP (16), dan GRP (15).
MZA disangkakan melanggar Pasal 307 ayat (1) KUHP terkait kepemilikan, penguasaan, membawa, menyimpan, maupun penggunaan senjata pemukul, penikam, atau penusuk tanpa hak.
Karena para remaja yang terlibat masih di bawah umur, proses hukum dilakukan dengan memperhatikan sistem peradilan pidana anak.
Ratna mengingatkan orang tua dan tenaga pendidik untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak. Terlebih, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu konflik hingga berujung tindak kekerasan.
“Pengawasan orang tua sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus dalam aksi tawuran dan kriminalitas jalanan yang dapat merusak masa depan mereka,” tandasnya.
Editor: Eddie Prayitno