Tiga Titik Jalur KA di Kendal Rawan Banjir, KAI Perketat Pengawasan
KENDAL,iNewsPantura.id – Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang memperketat pengawasan jalur kereta api di Kabupaten Kendal.
Tiga lokasi yang masuk Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) menjadi perhatian untuk mengantisipasi banjir dan genangan air yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.
Ketiga lokasi tersebut berada di KM 50+100 hingga KM 51+000 antara Stasiun Krengseng dan Plabuan, KM 20+744 hingga KM 21+100 antara Stasiun Kalibodri dan Kaliwungu, serta KM 15+1/2 antara Stasiun Kaliwungu dan Mangkang.
Peningkatan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi dampak curah hujan tinggi yang dapat memicu kenaikan debit air dan genangan di sekitar jalur rel. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kestabilan prasarana sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan kesiapan menghadapi musim hujan dilakukan melalui pemeriksaan rutin dan pemeliharaan prasarana di lokasi yang berpotensi mengalami gangguan.
“Wilayah Kabupaten Kendal menjadi salah satu perhatian kami dalam menghadapi musim penghujan. Pemantauan di titik Dapsus ditingkatkan untuk mendeteksi potensi banjir dan genangan air sejak dini serta memastikan kondisi prasarana tetap terjaga. Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Pemeriksaan meliputi kondisi rel, bantalan, balas, badan jalan rel, saluran drainase, gorong-gorong, hingga bangunan pendukung. Petugas juga mengamati kondisi lingkungan di sekitar jalur untuk mengidentifikasi kemungkinan genangan dan hambatan aliran air.
Upaya pencegahan dilakukan dengan menormalisasi saluran drainase dan gorong-gorong serta membersihkan lumpur, sampah, dan endapan yang berpotensi menghambat aliran air. Kesiapan petugas, material, dan peralatan pendukung juga dipastikan untuk menghadapi kondisi darurat.
Jika ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, KAI akan menentukan langkah pengamanan operasional berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis di lapangan.
Menurut Luqman, pengawasan tidak hanya dilakukan di Kendal. Secara keseluruhan, terdapat 13 lokasi Dapsus di wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang yang membentang dari Kota Tegal hingga Kabupaten Blora.
KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu prasarana perkeretaapian. Warga yang menemukan banjir, genangan air, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan jalur rel diminta segera melaporkannya kepada petugas.
Melalui langkah antisipasi tersebut, KAI berharap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, keandalan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api selama musim penghujan dapat terus terjaga.
KENDAL,iNewsPantura.id – Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang memperketat pengawasan jalur kereta api di Kabupaten Kendal.
Tiga lokasi yang masuk Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) menjadi perhatian untuk mengantisipasi banjir dan genangan air yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.
Ketiga lokasi tersebut berada di KM 50+100 hingga KM 51+000 antara Stasiun Krengseng dan Plabuan, KM 20+744 hingga KM 21+100 antara Stasiun Kalibodri dan Kaliwungu, serta KM 15+1/2 antara Stasiun Kaliwungu dan Mangkang.
Peningkatan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi dampak curah hujan tinggi yang dapat memicu kenaikan debit air dan genangan di sekitar jalur rel. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kestabilan prasarana sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan kesiapan menghadapi musim hujan dilakukan melalui pemeriksaan rutin dan pemeliharaan prasarana di lokasi yang berpotensi mengalami gangguan.
“Wilayah Kabupaten Kendal menjadi salah satu perhatian kami dalam menghadapi musim penghujan. Pemantauan di titik Dapsus ditingkatkan untuk mendeteksi potensi banjir dan genangan air sejak dini serta memastikan kondisi prasarana tetap terjaga. Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Pemeriksaan meliputi kondisi rel, bantalan, balas, badan jalan rel, saluran drainase, gorong-gorong, hingga bangunan pendukung. Petugas juga mengamati kondisi lingkungan di sekitar jalur untuk mengidentifikasi kemungkinan genangan dan hambatan aliran air.
Upaya pencegahan dilakukan dengan menormalisasi saluran drainase dan gorong-gorong serta membersihkan lumpur, sampah, dan endapan yang berpotensi menghambat aliran air. Kesiapan petugas, material, dan peralatan pendukung juga dipastikan untuk menghadapi kondisi darurat.
Jika ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, KAI akan menentukan langkah pengamanan operasional berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis di lapangan.
Menurut Luqman, pengawasan tidak hanya dilakukan di Kendal. Secara keseluruhan, terdapat 13 lokasi Dapsus di wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang yang membentang dari Kota Tegal hingga Kabupaten Blora.
KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu prasarana perkeretaapian. Warga yang menemukan banjir, genangan air, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan jalur rel diminta segera melaporkannya kepada petugas.
Melalui langkah antisipasi tersebut, KAI berharap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, keandalan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api selama musim penghujan dapat terus terjaga.
Editor: Eddie Prayitno