Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sopir Truk Terjepit Kabin di Magelang-Kopeng, Evakuasi Berjalan Satu Jam
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran Gunung Sumbing, 71 Pendaki Berada di Atas Diminta Turun

Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:17 WIB
  • author Didik Dono Hartono
Kebakaran Gunung Sumbing, 71 Pendaki Berada di Atas Diminta Turun
Kebakaran di kawasan Gunung Sumbing, dokumen

WONOSOBO,iNewsPantura.id – Kebakaran melanda kawasan Gunung Sumbing, Senin (19/10/2026). Di tengah kobaran api yang belum diketahui titik awalnya, sebanyak 71 pendaki masih berada di gunung tersebut.

Petugas bersama pengelola basecamp mengarahkan para pendaki untuk turun guna mengantisipasi risiko kebakaran yang terus dipantau.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan berdasarkan laporan pengelola Basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kecamatan Kalikajar, seluruh pendaki sementara berada di lokasi yang relatif aman dan jauh dari titik api.

“Berdasarkan informasi dari ketua basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kalikajar, masih ada 71 pendaki di atas, tapi posisi sudah aman, sudah jauh dari titik api, dan sedang dilakukan evakuasi untuk turun,” kata Sabarno, Senin malam.

Informasi kebakaran diterima pihak basecamp sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan kobaran api cukup besar di kawasan pegunungan beredar di media sosial.

Api dilaporkan telah memasuki kawasan Kabupaten Wonosobo. Namun, hingga Senin malam, petugas belum dapat memastikan titik awal kebakaran maupun arah perambatan api.

Menurut Sabarno, kondisi medan dan cuaca menjadi tantangan dalam pemantauan. Kabut yang menyelimuti kawasan pegunungan diduga menghambat pengamatan dari bawah sehingga titik api tidak selalu terlihat dari area basecamp.

“Untuk awalnya belum diketahui pasti karena dari Basecamp Gajah Mungkur sendiri belum tahu asal mulanya dari wilayah mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi di kawasan atas membuat pemantauan harus dilakukan dengan memperhatikan situasi lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, mengatakan pihaknya masih berada di basecamp untuk melakukan pengarahan dan menyusun rencana tindakan operasional penanganan kebakaran.

“Njih kita masih di basecamp untuk briefing dan rencana tindakan operasional termasuk kebijakan bagi pendaki,” ujarnya.

Koordinasi dilakukan untuk menentukan langkah penanganan sekaligus memastikan keselamatan para pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Sumbing. Pengaturan aktivitas pendakian juga menjadi bagian dari pembahasan bersama pihak terkait.

Keselamatan 71 pendaki menjadi perhatian utama di tengah situasi kebakaran. Proses evakuasi diarahkan agar mereka dapat turun dengan aman, dengan tetap mempertimbangkan kondisi jalur dan perkembangan api.

Hingga Senin malam, belum ada informasi terkonfirmasi mengenai luas kawasan yang terbakar, perkembangan pemadaman, maupun keputusan resmi terkait penutupan jalur pendakian.

Petugas dan pengelola basecamp masih berkoordinasi untuk memantau kondisi di lapangan. Sementara itu, perkembangan kebakaran terus menjadi perhatian karena selain berpotensi mengancam kawasan hutan, situasi tersebut juga dapat membahayakan keselamatan pendaki yang masih berada di gunung.

WONOSOBO,iNewsPantura.id – Kebakaran melanda kawasan Gunung Sumbing, Senin (19/10/2026). Di tengah kobaran api yang belum diketahui titik awalnya, sebanyak 71 pendaki masih berada di gunung tersebut.

Petugas bersama pengelola basecamp mengarahkan para pendaki untuk turun guna mengantisipasi risiko kebakaran yang terus dipantau.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan berdasarkan laporan pengelola Basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kecamatan Kalikajar, seluruh pendaki sementara berada di lokasi yang relatif aman dan jauh dari titik api.

“Berdasarkan informasi dari ketua basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kalikajar, masih ada 71 pendaki di atas, tapi posisi sudah aman, sudah jauh dari titik api, dan sedang dilakukan evakuasi untuk turun,” kata Sabarno, Senin malam.

Informasi kebakaran diterima pihak basecamp sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan kobaran api cukup besar di kawasan pegunungan beredar di media sosial.

Api dilaporkan telah memasuki kawasan Kabupaten Wonosobo. Namun, hingga Senin malam, petugas belum dapat memastikan titik awal kebakaran maupun arah perambatan api.

Menurut Sabarno, kondisi medan dan cuaca menjadi tantangan dalam pemantauan. Kabut yang menyelimuti kawasan pegunungan diduga menghambat pengamatan dari bawah sehingga titik api tidak selalu terlihat dari area basecamp.

“Untuk awalnya belum diketahui pasti karena dari Basecamp Gajah Mungkur sendiri belum tahu asal mulanya dari wilayah mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi di kawasan atas membuat pemantauan harus dilakukan dengan memperhatikan situasi lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, mengatakan pihaknya masih berada di basecamp untuk melakukan pengarahan dan menyusun rencana tindakan operasional penanganan kebakaran.

“Njih kita masih di basecamp untuk briefing dan rencana tindakan operasional termasuk kebijakan bagi pendaki,” ujarnya.

Koordinasi dilakukan untuk menentukan langkah penanganan sekaligus memastikan keselamatan para pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Sumbing. Pengaturan aktivitas pendakian juga menjadi bagian dari pembahasan bersama pihak terkait.

Keselamatan 71 pendaki menjadi perhatian utama di tengah situasi kebakaran. Proses evakuasi diarahkan agar mereka dapat turun dengan aman, dengan tetap mempertimbangkan kondisi jalur dan perkembangan api.

Hingga Senin malam, belum ada informasi terkonfirmasi mengenai luas kawasan yang terbakar, perkembangan pemadaman, maupun keputusan resmi terkait penutupan jalur pendakian.

Petugas dan pengelola basecamp masih berkoordinasi untuk memantau kondisi di lapangan. Sementara itu, perkembangan kebakaran terus menjadi perhatian karena selain berpotensi mengancam kawasan hutan, situasi tersebut juga dapat membahayakan keselamatan pendaki yang masih berada di gunung.

WONOSOBO,iNewsPantura.id – Kebakaran melanda kawasan Gunung Sumbing, Senin (19/10/2026). Di tengah kobaran api yang belum diketahui titik awalnya, sebanyak 71 pendaki masih berada di gunung tersebut.

Petugas bersama pengelola basecamp mengarahkan para pendaki untuk turun guna mengantisipasi risiko kebakaran yang terus dipantau.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan berdasarkan laporan pengelola Basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kecamatan Kalikajar, seluruh pendaki sementara berada di lokasi yang relatif aman dan jauh dari titik api.

“Berdasarkan informasi dari ketua basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kalikajar, masih ada 71 pendaki di atas, tapi posisi sudah aman, sudah jauh dari titik api, dan sedang dilakukan evakuasi untuk turun,” kata Sabarno, Senin malam.

Informasi kebakaran diterima pihak basecamp sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan kobaran api cukup besar di kawasan pegunungan beredar di media sosial.

Api dilaporkan telah memasuki kawasan Kabupaten Wonosobo. Namun, hingga Senin malam, petugas belum dapat memastikan titik awal kebakaran maupun arah perambatan api.

Menurut Sabarno, kondisi medan dan cuaca menjadi tantangan dalam pemantauan. Kabut yang menyelimuti kawasan pegunungan diduga menghambat pengamatan dari bawah sehingga titik api tidak selalu terlihat dari area basecamp.

“Untuk awalnya belum diketahui pasti karena dari Basecamp Gajah Mungkur sendiri belum tahu asal mulanya dari wilayah mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi di kawasan atas membuat pemantauan harus dilakukan dengan memperhatikan situasi lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, mengatakan pihaknya masih berada di basecamp untuk melakukan pengarahan dan menyusun rencana tindakan operasional penanganan kebakaran.

“Njih kita masih di basecamp untuk briefing dan rencana tindakan operasional termasuk kebijakan bagi pendaki,” ujarnya.

Koordinasi dilakukan untuk menentukan langkah penanganan sekaligus memastikan keselamatan para pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Sumbing. Pengaturan aktivitas pendakian juga menjadi bagian dari pembahasan bersama pihak terkait.

Keselamatan 71 pendaki menjadi perhatian utama di tengah situasi kebakaran. Proses evakuasi diarahkan agar mereka dapat turun dengan aman, dengan tetap mempertimbangkan kondisi jalur dan perkembangan api.

Hingga Senin malam, belum ada informasi terkonfirmasi mengenai luas kawasan yang terbakar, perkembangan pemadaman, maupun keputusan resmi terkait penutupan jalur pendakian.

Petugas dan pengelola basecamp masih berkoordinasi untuk memantau kondisi di lapangan. Sementara itu, perkembangan kebakaran terus menjadi perhatian karena selain berpotensi mengancam kawasan hutan, situasi tersebut juga dapat membahayakan keselamatan pendaki yang masih berada di gunung.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut