Ilmuwan Ini Latih Tikus Jadi Penyelamat Korban Gempa di Turki

“Kami memiliki potensi untuk berbicara dengan korban melalui tikus,” ujarnya seperti dikutip dari Daily Star, Sabtu (4/6/2022).
Sejauh ini tujuh tikus telah dilatih, hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk mempercepatnya. Secara keseluruhan 170 tikus sedang dilatih untuk proyek-proyek termasuk ranjau darat dan TB dan tikus diharapkan tikus dapat mengendus Brucellosis, penyakit menular yang berdampak pada ternak.
Tikus-tikus itu sangat gesit sehingga mereka tidak pernah meluncurkan ranjau darat dan kelincahannya membuatnya sempurna untuk digunakan di zona bencana.
“Mereka sangat gesit, mereka sangat pandai bergerak melalui semua jenis lingkungan yang berbeda. Mereka sempurna untuk pekerjaan tipe pencarian dan penyelamatan,” terang Donna.
“Mereka bisa hidup dari apa saja. Mereka sangat pandai bertahan di lingkungan yang berbeda yang hanya menunjukkan betapa cocoknya mereka untuk pekerjaan pencarian dan penyelamatan,” katanya.
Nantinya, tikus-tikus tersebut akan dibekali prototipe ransel buatan sendiri. Ransel tersebut berisi mikrofon dan peralatan video serta pelacak lokasi yang akan dibuat untuk memungkinkan tim penyelamat berkomunikasi dengan para penyintas.
“Seorang kolega adalah penjahit, dia membuat ransel, dia sangat berbakat," ujar Donna.
Editor : Hadi Widodo