GUNUNGKIDUL – iNewsPantura.id - Upaya penguatan ekonomi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Saat melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Banyusoco, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih secara simbolis menanam bibit kelapa genjah sekaligus meninjau potensi pengolahan nira dan gula kelapa yang menjadi unggulan wilayah setempat.
Bupati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan budidaya kelapa yang diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan sebanyak 1.320 bibit kelapa genjah dan pupuk sebanyak 3,9 ton yang diperuntukkan bagi empat kelompok tani di Banyusoco.
Pemilihan jenis kelapa genjah dinilai tepat karena memiliki masa panen lebih cepat sehingga hasilnya dapat segera dimanfaatkan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun menjaga keseimbangan lingkungan. Selain itu, Bupati juga melihat langsung kreativitas Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengolah hasil kelapa menjadi produk bernilai ekonomi.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari Lurah Banyusoco, Daman Huri. Menurutnya, budidaya kelapa merupakan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun dan perlu terus dikembangkan.
Saat ini, empat kelompok tani telah menerima bantuan untuk pengelolaan lahan seluas sekitar 12 hektare. Ke depan, pengembangan budidaya kelapa ditargetkan dapat menjangkau hingga delapan kelompok tani di seluruh wilayah Banyusoco.
Program budidaya kelapa ini dinilai strategis dalam menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat untuk jangka panjang, khususnya dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang.
Selain sektor pertanian, perhatian juga diberikan terhadap kondisi infrastruktur. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menemukan sejumlah ruas jalan menuju Banyusoco dalam kondisi rusak. Menindaklanjuti hal itu, Bupati langsung meminta dinas terkait untuk segera melakukan penanganan darurat dengan metode tambal menggunakan aspal dingin pada titik-titik penting.
Akses jalan yang memadai dinilai sangat penting, terutama untuk menunjang mobilitas warga menuju fasilitas umum seperti masjid, sekolah, kantor kelurahan, serta jalur pertanian. Infrastruktur yang baik menjadi salah satu faktor pendukung utama agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimca, Ketua TP PKK, tokoh agama, serta perwakilan kelompok tani yang menyatakan kesiapan untuk menjaga keberlanjutan program budidaya kelapa demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyusoco.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
