KUDUS,iNewsPantura.id – Intensitas hujan tinggi yang masih menguyur wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah bawah belum juga surut.
Genangan air hingga kini masih merendam rumah-rumah warga. Meski demikian, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing untuk menjaga harta benda.
Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati.
Ketinggian air yang merendam permukiman warga terus meningkat dan di beberapa titik bahkan mencapai hampir satu meter. Seluruh wilayah desa dipastikan telah terendam banjir.
Meski kondisi air semakin meninggi, sebagian besar warga enggan dievakuasi ke tempat pengungsian. Mereka memilih bertahan di rumah masing-masing dengan berbagai keterbatasan.
Rukhin Priyanto, salah seorang warga, mengaku tetap bertahan di rumahnya demi menjaga keamanan. Namun, ia menyebut persediaan logistik mulai menipis setelah rumahnya terendam banjir selama tiga hari terakhir.
“Bahan makanan mulai menipis jadi kalau bisa ada bantuan makanan,” kata Kamis 15 Januari 2026.
Sementara itu, Kepala Desa Jetis Kapuan, Sudirno, mengatakan banjir merendam permukiman warga di 18 RT yang tersebar di 5 RW, dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.500 orang.
“Pemerintah desa telah menyiapkan lokasi pengungsian serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.
Melihat kondisi ketinggian air yang terus bertambah, Sudirno berharap warga segera bersedia mengungsi demi keselamatan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kudus, hingga saat ini terdapat 26 desa di 6 kecamatan yang terdampak banjir di wilayah Kudus. Sedikitnya 48 ribu jiwa terdampak, sementara jumlah pengungsi tercatat sebanyak 164 orang yang tersebar di empat titik pengungsian.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
