117 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG Dilarikan ke Sejumlah Rumah Sakit

Nur Choiruddin
Siswa dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh mual dan pusing. Nur Choiruddin/iNews

KUDUS, iNewsPantura. id – Kasus dugaan keracunan massal menimpa siswa SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah. Sedikitnya 117 siswa harus dilarikan ke tujuh unit gawat darurat (UGD) di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus, Kamis (29/1/2026).

Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan sehari sebelumnya.

Kepanikan sempat terjadi di lingkungan SMA Negeri 2 Kudus sejak Kamis pagi. Sejumlah siswa mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, sakit perut, hingga diare saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Para siswa yang mengalami keluhan awalnya dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena kondisi yang semakin memburuk.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat, jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan terus bertambah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, menyebutkan bahwa para siswa yang terdampak saat ini dirawat dan diobservasi di beberapa fasilitas kesehatan.

“Untuk sementara, siswa yang mengalami gejala keracunan tercatat lebih dari seratus orang. Mereka dirujuk ke sejumlah rumah sakit di sekitar Kudus untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Adapun rumah sakit yang menerima pasien di antaranya RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, RS Mardirahayu, RS Kartika, RSU Islam Kudus, serta beberapa rumah sakit lainnya. Dari total pasien, sebagian besar menjalani rawat jalan, sementara siswa dengan kondisi dehidrasi berat harus mendapatkan perawatan lebih intensif.

Dokter jaga UGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Muhammad Resa Perkasa, menjelaskan bahwa mayoritas siswa menunjukkan gejala keracunan makanan.

“Sebagian besar mengalami mual, muntah, dan diare. Ada beberapa siswa yang harus dirawat lebih lanjut karena mengalami dehidrasi cukup berat. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya,” jelasnya.

Salah satu siswa, Dewi Aryani, mengaku sudah merasakan sakit perut sejak Rabu sore setelah menyantap menu MBG. Namun kondisinya memburuk saat mengikuti pelajaran di sekolah. “Badannya terasa lemas sejak sekitar jam sepuluh pagi, padahal sebelumnya sudah sakit perut sejak kemarin,” tuturnya.

Siswa lain, Faiya Iliya Rahmat, menyebutkan bahwa saat pelajaran ketiga, beberapa teman sekelasnya mengalami gejala serupa secara bersamaan. “Awalnya ada teman yang mengeluh pusing, mual, dan mencret. Setelah didata guru, ternyata banyak yang mengalami hal sama,” katanya.

Para siswa mengaku pada Rabu sebelumnya menyantap MBG dengan menu soto ayam. Sebagian siswa menyatakan tidak merasakan kejanggalan, namun beberapa lainnya mengeluhkan aroma dan rasa daging ayam yang dianggap tidak biasa.

Sementara itu, pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah mengambil sampel makanan MBG untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, selaku pihak penyedia MBG ke SMA Negeri 2 Kudus, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap makanan yang didistribusikan. “Saat ini masih menunggu hasil laboratorium. Kami juga sudah melakukan evaluasi internal, terutama pada bagian dapur,” ujarnya.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network