Batu Raksasa Terjang Rumah Warga di Pemalang, Satu Keluarga Selamat dari Maut

Suryo Sukarno
Batu raksasa berada di dalam rumah warga di Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Watukumpul, Pemalang, setelah meluncur dari bukit dan menjebol tembok rumah. (Foto: iNewsPantura.id/ Suryo S).

PEMALANG, iNewsPantura.id – Sebuah batu raksasa tiba-tiba longsor dari atas tebing dan menghantam rumah warga di Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2026) malam. Batu berukuran besar itu menjebol tembok rumah hingga masuk ke ruang tengah, membuat penghuni rumah panik menyelamatkan diri.

Rumah milik Karmudi di RT 007 RW 001 tersebut saat kejadian dihuni lima orang, terdiri atas ayah, ibu, dan tiga anak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan itu.

Berdasarkan laporan kejadian dari Kecamatan Watukumpul, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.05 WIB. Batu berdiameter kurang lebih 3 meter itu meluncur dari atas tebing dan langsung menghantam bangunan rumah warga.

“ Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh keras, lalu batu langsung menjebol tembok rumah dan masuk ke ruang tengah,” ujar Karmudi, pemilik rumah.

Warga sekitar yang mendengar suara dentuman keras langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka bersama aparat desa segera melakukan pengecekan dan membantu proses penanganan awal.

Batu raksasa yang diperkirakan berbobot sekitar 10 ton tersebut hingga kini masih berada di dalam rumah. Proses evakuasi dilakukan dengan cara memecah batu, namun mengalami kendala karena ukuran batu sangat besar dan materialnya sangat keras.

Kepala Desa Wisnu, Bambang Sutejo, mengatakan warga bersama relawan saat ini bergotong royong membersihkan puing bangunan yang rusak akibat hantaman batu.

“Keluarga korban sementara diungsikan ke rumah kerabat agar aman. Kami juga mengantisipasi kemungkinan longsoran batu susulan karena di atas tebing masih terdapat batu-batu besar,” katanya.

Camat Watukumpul Arif Rahman Hakim mengatakan, setelah menerima laporan kejadian, unsur pemerintah kecamatan bersama aparat terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan mitigasi.

“ Kami bersama pemerintah desa, TNI, Polri, dan masyarakat langsung melakukan pengecekan lokasi serta langkah mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan longsoran batu susulan,” ujar Arif Rahman Hakim.

Ia menambahkan, penyebab longsornya batu diduga akibat angin kencang yang sebelumnya terjadi di wilayah tersebut. Kayu penyangga batu di atas tebing diduga tidak kuat menahan beban hingga akhirnya batu meluncur ke permukiman warga.

Dari data sementara, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Pasca kejadian, sejumlah pihak turun langsung ke lokasi, di antaranya Pemerintah Desa Wisnu, Polsek Watukumpul, Koramil Watukumpul, Pemerintah Kecamatan Watukumpul, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tim Destana Desa Wisnu untuk melakukan pengamanan kawasan dan membantu warga terdampak.

Warga yang tinggal di sekitar lereng bukit kini diminta meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat batu besar di area tebing yang berpotensi longsor sewaktu-waktu.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network