Maut di Kubangan Bodri, Dua Bocah Kakak Beradik Tak Terselamatkan

Eddhie Prayitno
Polisi melakukan olah TKP di lokasi tenggelamnya kakak beradik di pegandon Kendal. dokumen

KENDAL, iNewsPantura.id - Suasana duka menyelimuti Desa Puguh, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Sabtu (16/5/2026) sore. Dua bocah kakak beradik ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan Sungai Bodri Kanan yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Korban diketahui bernama Afkar Nurdiansyah Pradikta (8) dan sang adik, Alvino Daffa Muwaffaq (6). Keduanya ditemukan mengambang di kubangan sungai dengan kedalaman sekitar dua meter.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui saat paman korban pulang bekerja dan hendak mencari kedua keponakannya untuk persiapan sekolah. Di tengah pencarian, ia mendapat informasi dari warga lain mengenai adanya anak kecil yang terlihat mengapung di kubangan sungai.

Kapolsek Pegandon Nugroho mengatakan, kedua saksi kemudian langsung menuju lokasi dan mendapati dua anak yang ditemukan ternyata merupakan keponakan yang sedang dicari keluarga.

“Korban sempat dibawa ke Puskesmas Pegandon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya dinyatakan sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan tidak ditemukan luka ataupun tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memastikan kedua bocah tersebut meninggal akibat tenggelam.

Menurut Kapolsek, kondisi Sungai Bodri Kanan saat kejadian tidak sedang mengalir deras. Namun di lokasi terdapat kubangan cukup dalam yang diduga menjadi tempat korban tenggelam.

“Di lokasi terdapat kubangan dengan kedalaman kurang lebih dua meter,” tambahnya.

Kabar meninggalnya dua bocah kakak beradik itu sontak membuat warga sekitar berdatangan ke rumah duka. Tangis keluarga pecah saat jenazah kedua korban tiba di rumah untuk disemayamkan.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar bantaran sungai dan area kubangan bekas aliran air yang berpotensi membahayakan.

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network