Ceceran Tanah Proyek Urukan di Lingkar Kaliwungu Picu Kecelakaan

Eddhie Prayitno
Kondisi jalan lingkar Kaliwungu yang dipenuhi ceceran tanah dari proyek pengurukan lahan. Eddie prayitno/ iNews

KENDAL, iNewsPantura.id - Aktivitas pengurukan lahan di Jalan Lingkar Kaliwungu, Desa Sumberejo, Kabupaten Kendal, menuai sorotan setelah tumpahan dan ceceran tanah di jalan raya menyebabkan sejumlah pengendara motor terjatuh. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya enam kecelakaan terjadi akibat kondisi jalan yang licin.

Menyikapi tingginya angka kecelakaan, Unit Gakkum Satlantas Polres Kendal melakukan evaluasi langsung di lokasi proyek, Senin (24/5/2026). Petugas melakukan pengecekan kondisi jalan sekaligus mengukur area terdampak ceceran tanah dari aktivitas pengurukan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, mengatakan evaluasi dilakukan karena lokasi tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

“Hari ini kami melakukan evaluasi jalan terkait seringnya kejadian kecelakaan di sekitar lokasi tersebut,” ujarnya di sela pengecekan lapangan.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan imbauan kepada pengelola proyek agar segera membersihkan tanah yang tercecer di badan jalan. Dari hasil pengecekan, proyek tersebut diketahui belum mengantongi izin analisis dampak lalu lintas (andalalin).

Menurut Heru, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan mendapatkan informasi bahwa pelaksana proyek sebelumnya telah menerima surat teguran dari Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Teguran diberikan karena pelaksana dinilai tidak memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan pengguna jalan.

“Jika memang tidak mengindahkan teguran yang sudah diberikan, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menutup sementara kegiatan pengurukan,” tegasnya.

Dalam evaluasi tersebut, petugas hanya ditemui staf lapangan yang mengaku akan meneruskan hasil evaluasi kepada pihak manajemen perusahaan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ceceran tanah dan lumpur dari proyek pengurukan menyebar hingga sekitar 700 meter dari area pekerjaan. Kondisi semakin berbahaya saat hujan turun karena tanah berubah menjadi lumpur licin yang mengancam keselamatan pengendara.

Lokasi ceceran tanah yang berada di jalur menurun dan tikungan turut memperbesar risiko kecelakaan. Meski rambu peringatan telah dipasang, petugas meminta pihak pelaksana melakukan pembersihan jalan secara rutin dan berkala agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network