PURWOKERTO ,iNewsPantura.id – Upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri terus didorong Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Salah satunya melalui inisiasi kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang diharapkan mampu memperkuat layanan karier, meningkatkan kompetensi lulusan, serta memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap peluang kerja.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Persiapan Inisiasi Kerja Sama Kementerian Ketenagakerjaan dan Unsoed yang digelar di Ruang Rapat Rektorat Unsoed, Sabtu (1/8/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Prof. Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., beserta jajaran pimpinan fakultas dan lembaga.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Norman Arie Prayogo, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.
"Kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan diharapkan mampu memperkuat layanan pengembangan karier, meningkatkan kesiapan kerja lulusan, sekaligus membuka akses informasi dan peluang kerja yang lebih luas bagi mahasiswa maupun alumni," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Prof. Cris Kuntadi, menilai sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif serta sesuai dengan kebutuhan pasar kerja nasional.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan talenta yang memiliki kompetensi, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjawab tantangan dunia usaha maupun industri. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, alumni, dunia usaha, hingga pembangunan nasional.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, R. Nurhidajat, menjelaskan bahwa berbagai program dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi. Mulai dari penguatan pusat karier (career center), penyediaan informasi pasar kerja, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, hingga fasilitasi program-program yang mampu meningkatkan penyerapan lulusan.
Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama para dekan, ketua lembaga, serta pimpinan fakultas. Forum tersebut membahas peluang implementasi kerja sama yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing fakultas, termasuk pengembangan kompetensi lulusan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, serta penguatan konsep link and match antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Melalui inisiasi ini, kedua belah pihak berharap kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama semata, tetapi berlanjut dalam berbagai program konkret yang mampu meningkatkan daya saing lulusan, mempercepat penyerapan tenaga kerja, sekaligus mendukung pembangunan ketenagakerjaan Indonesia yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
