Investasi KEK Kendal Terus Bertambah, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2026

Eddhie Prayitno
Gerbang Kawasan Industri Kendal (KIK) di Kaliwungu Kendal. iNews

KENDAL,iNewsPantura.id  – Arus investasi yang terus mengalir ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mendorong rencana perluasan kawasan industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing daerah sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 8 persen pada 2026.

Direktur Eksekutif KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan kapasitas kawasan industri tahap pertama seluas sekitar 1.000 hektare hampir seluruhnya telah terisi. Kondisi tersebut membuat pengembangan kawasan tahap kedua menjadi kebutuhan untuk mengakomodasi masuknya investor baru.

Menurut Juliani, perluasan kawasan bukan sekadar menambah luasan lahan industri, tetapi membangun ekosistem investasi yang saling terhubung sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pelaku usaha di dalam kawasan.

"Kami menargetkan hingga akhir tahun 2026 terdapat 80 perusahaan yang telah beroperasi. Yang kami bangun bukan hanya jumlah perusahaan, tetapi bagaimana ekosistem industri di KEK Kendal bisa tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya.

Saat ini tercatat 143 perusahaan telah bergabung di KEK Kendal. Sebanyak 62 perusahaan telah beroperasi, sementara 31 perusahaan lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Juliani mengungkapkan proses serah terima lahan untuk pengembangan kawasan tahap kedua telah selesai. Dalam waktu dekat, sejumlah investor baru dijadwalkan mulai merealisasikan investasinya.

Salah satunya merupakan produsen pakaian olahraga berskala internasional yang sebelumnya dikenal memiliki basis produksi di Vietnam. Selain itu, sejumlah perusahaan otomotif juga akan memulai pembangunan pabrik pada Agustus hingga September tahun ini. Sementara investor di sektor kemasan (packaging) kini telah memasuki tahap konstruksi setelah sebelumnya melakukan peletakan batu pertama.

Masuknya investasi baru tersebut diyakini semakin memperkuat posisi Kendal sebagai salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan tercepat di Jawa Tengah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kendal, Wiwit Andariyono, mengatakan keberadaan Kawasan Industri Kendal telah memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal mencapai 7,9 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.

Namun demikian, menurut Wiwit, tantangan pemerintah daerah saat ini adalah memastikan manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti pemerataan manfaatnya. Karena itu kami terus mendorong agar investasi tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan sektor-sektor ekonomi lainnya," katanya.

Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2026, Pemerintah Kabupaten Kendal telah membentuk tim percepatan ekonomi lintas sektoral.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperrida) Kendal, Izzudin Latif, mengatakan tim tersebut bertugas mengoordinasikan berbagai program strategis agar target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui sinergi seluruh perangkat daerah.

"Target ini memang menantang, tetapi dengan kolaborasi yang kuat kami optimistis dapat mencapainya," ujarnya.

Optimisme serupa disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal, Ade Sandi Parwoto. Menurutnya, investasi masih menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Data BPS menunjukkan sektor industri manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar struktur ekonomi Kendal dengan kontribusi 42,03 persen, disusul sektor pertanian 17,27 persen, perdagangan 12,04 persen, dan konstruksi 7,60 persen.

Selain itu, tingginya nilai Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 30,18 persen menunjukkan aktivitas investasi dan pembangunan fisik di Kabupaten Kendal terus mengalami peningkatan.

Ade menilai, untuk menjaga tren positif tersebut, pemerintah perlu terus mendorong peningkatan investasi yang dibarengi penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan daya beli masyarakat.

Dengan ekspansi kawasan industri dan bertambahnya investasi baru, Kabupaten Kendal diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network