PEMALANG, iNewsPantura.id – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di wilayah Pemalang Selatan, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026) dini hari. Kobaran api yang diduga berasal dari kebocoran alat pemanas kandang menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya dan menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp2,2 miliar.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.45 WIB di kandang ayam milik Abdul Rohim (51), warga Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan, Nurokhman, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, seluruh kandang beserta fasilitas penunjang usaha peternakan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar,” ujar Nurokhman.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan warga, kebakaran diduga dipicu kebocoran pada alat pemanas kandang atau brooder/heater yang digunakan untuk menjaga suhu tetap hangat bagi anak ayam atau DOC (Day Old Chick).
Api diduga muncul dari alat pemanas yang mengalami kebocoran saat masih menyala di dalam kandang. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan serta kondisi angin yang cukup kencang.
“Menurut keterangan warga, api berasal dari alat pemanas ayam yang mengalami kebocoran. Karena berada di dalam kandang dan didukung tiupan angin, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” jelasnya.
Laporan kebakaran diterima petugas Pos Damkar Belik sekitar pukul 00.41 WIB dari warga yang melihat kobaran api besar membumbung dari area peternakan.
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan personel penyelamat untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena kencangnya tiupan angin yang membuat api cepat menyebar. Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh titik api.
Nurokhman mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha yang menggunakan alat pemanas atau sumber api dalam operasionalnya, agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan peralatan menyala tanpa pengawasan.
“Jangan lengah saat menggunakan tungku atau alat pemanas. Dalam kondisi angin kencang, api bisa membesar dengan cepat dan menyambar material yang mudah terbakar sehingga menimbulkan kebakaran besar,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para peternak untuk rutin memeriksa kondisi instalasi pemanas kandang dan menerapkan standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
