PINTAR hingga NGOPENI SMK, Empat Terobosan Baru Warnai Pendidikan Jateng

Wisnu Wardhana
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin, meninjau stan inovasi usai peluncuran empat aksi perubahan untuk memperkuat transformasi layanan pendidikan. Foto : iNewsPantura.id/ Wisnu W

SEMARANG, iNewsPantura.id — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah meluncurkan empat inovasi aksi perubahan kinerja organisasi sebagai upaya memperkuat transformasi layanan pendidikan di daerah. Peluncuran yang mengusung tema “Bersinergi, Berinovasi, Berdampak untuk Pendidikan Jawa Tengah” itu menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai terobosan yang dikembangkan oleh para pimpinan unit kerja di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Keempat inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan dari berbagai aspek, mulai dari penguatan mutu pendidikan berbasis data, pendidikan karakter, ketahanan pangan, hingga peningkatan kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah DR Sadimin, menegaskan bahwa inovasi harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

“Inovasi harus hadir bukan hanya sebagai gagasan, tetapi sebagai upaya nyata untuk menjawab kebutuhan dan menghadirkan perubahan yang berdampak bagi pendidikan Jawa Tengah,” ujarnya.

PINTAR DI JATENG

Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah PINTAR DI JATENG (Pemanfaatan Business Intelligence Terintegrasi untuk Intervensi Mutu Pendidikan di Wilayah Rentan Sosial) yang digagas oleh Kristiawan Nurdianto, S.Kom., M.Kom., Kepala Balai Pengembangan Mutu Pembelajaran dan Teknologi Pendidikan.

Inovasi ini memanfaatkan sistem business intelligence terintegrasi untuk mendukung intervensi mutu pendidikan, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan sosial.

Melalui pendekatan data-driven decision making, berbagai informasi pendidikan yang sebelumnya tersebar di berbagai sumber dapat diintegrasikan sehingga menjadi dasar yang lebih kuat dalam perencanaan program, penentuan sasaran, hingga evaluasi kebijakan.

PINTAR DI JATENG diharapkan membantu pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan dalam menentukan wilayah prioritas intervensi, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, serta merancang bentuk intervensi yang sesuai dengan kondisi setempat.

LENTERA UNGGUL

Inovasi kedua adalah LENTERA UNGGUL (Laboratorium Edukasi dan Ketahanan Pangan Terpadu) yang digagas oleh Deyas Yani Rahmawan, S.STP., M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I.

Program ini akan diimplementasikan di SMK Negeri 1 Bawen sebagai model pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan pendidikan, ketahanan pangan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Peserta didik akan belajar langsung melalui kebun sekolah, peternakan, pengolahan limbah organik, kantin sehat, hingga unit produksi sekolah.

LENTERA UNGGUL diharapkan dapat meningkatkan literasi pangan, mengurangi food loss dan food waste, mendukung pencegahan stunting, sekaligus membentuk peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

SIPENDIKAR 7 KASIAT

Inovasi ketiga adalah SIPENDIKAR 7 KASIAT (Sinergi Penguatan Pendidikan Karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) yang digagas oleh Haris Wahyudi, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II.

Program ini berfokus pada penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan tujuh kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

SIPENDIKAR 7 KASIAT menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan.

NGOPENI SMK

Sementara itu, inovasi keempat adalah NGOPENI SMK (Penguatan Tata Kelola Pembinaan Nilai Industri dan Karakter Kerja untuk Mendukung Kesiapan Kerja Lulusan SMK) yang digagas oleh Diah Ayu Ratna Sari, ST., MT., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII.

Inovasi ini diarahkan pada penguatan tata kelola pembinaan nilai industri dan karakter kerja agar lulusan SMK memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja.

NGOPENI SMK membawa semangat bahwa penguatan pendidikan vokasi merupakan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan industri dan penyiapan sumber daya manusia Jawa Tengah yang kompeten serta siap kerja.

Budaya inovasi

Peluncuran empat inovasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan budaya inovasi di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Selain peluncuran, rangkaian kegiatan juga diisi dengan peninjauan stan inovasi oleh Kepala Dinas Pendidikan serta dialog bersama para reformer dalam sesi talkshow yang membahas makna inovasi, dampak implementasi, kolaborasi, dan harapan pengembangan program ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada tahap seremoni.

“Melalui empat inovasi ini, kami ingin membangun semangat yang sama: bersinergi dalam menghadirkan solusi, berinovasi dalam meningkatkan kinerja, dan memastikan setiap inovasi memberikan dampak yang dapat dirasakan,” katanya.

Ia berharap seluruh inovasi yang diluncurkan dapat terus dikembangkan, diimplementasikan secara konsisten, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Tengah.

“Kami berharap inovasi yang diluncurkan hari ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus dikembangkan, diimplementasikan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network