YOGYAKARTA, iNewsPantura.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat melakukan berbagai aksi nyata untuk menjaga kelestarian pesisir di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program yang dijalankan meliputi penanganan sampah, penghijauan pantai, hingga pengembangan wisata edukasi yang berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM di Desa Bimorejo dan Sumber Kencono, Prof. Dr. Dra. Siti Muti'ah Setiawati, M.A., mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di sejumlah desa karena belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Kalau di sini adalah karena tidak ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), ya itu yang menjadi masalah dan masih diperjuangkan oleh mahasiswa," ujarnya.
Selain persoalan lingkungan, Siti menilai rendahnya tingkat pendidikan juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut memicu tingginya angka pernikahan dini yang berdampak pada kurangnya pemahaman orang tua muda dalam merawat anak sehingga berpotensi meningkatkan kasus stunting.
Pada sektor pariwisata, persoalan sampah juga menjadi kendala pengembangan destinasi pantai. Karena itu, mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan pengelolaan sampah di kawasan wisata.
Camat Wongsorejo, Muhammad Mahfud, mengakui sistem pengelolaan sampah di wilayahnya belum berjalan optimal.
"Jadi pengelolaan sampah di Kecamatan Wongsorejo ini masih belum ada, ya ada tapi nggak jalan," katanya.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat, mahasiswa KKN menggelar aksi bersih-bersih sungai dan pantai yang sejalan dengan program Tandang Bareng Banyuwangi Asri. Mahfud menilai kehadiran mahasiswa UGM memberikan dampak positif, khususnya bagi kawasan wisata.
Selain membersihkan lingkungan, mahasiswa juga melakukan penanaman mangrove untuk mengurangi risiko abrasi di pesisir Pantai Kalitopo.
Pembina Pokdarwis Kecamatan Wongsorejo, Eko Setiawan, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UGM yang turut merintis wisata berbasis edukasi di kawasan tersebut.
"Kami sangat bangga dan sangat berterima kasih kepada adik-adik dari UGM yang selama ini melaksanakan kegiatan KKN di daerah kami," ujarnya.
Menurut Eko, konsep wisata yang dikembangkan menggabungkan wisata dirgantara melalui paramotor dan paratrike, wisata bahari seperti diving, serta edukasi perkebunan dan peternakan sehingga pengunjung tidak hanya berwisata, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar.
Sementara itu, anggota Tim KKN-PPM UGM, Jundi Jundari, menjelaskan program penghijauan Pantai Kalitopo merupakan hasil kolaborasi Pokdarwis, mahasiswa KKN-PPM UGM, serta dukungan bibit dari Kementerian Kehutanan.
Mahasiswa menerapkan dua metode penanaman, yakni penanaman langsung dan metode inkubasi menggunakan keranjang agar bibit mampu bertahan di kawasan pantai berpasir dengan ombak yang cukup tinggi.
Selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan KKN, mahasiswa berhasil menanam mangrove, pohon kelapa genjah, dan cemara. Sebanyak 200 bibit kelapa ditanam untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, sekaligus mempercantik kawasan wisata.
Tidak hanya melakukan penghijauan, mahasiswa juga merevitalisasi berbagai fasilitas Pantai Kalitopo, seperti pendopo, kursi santai, gapura, lampu penerangan, serta memasang papan klasifikasi sampah pesisir sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, Pokdarwis, dan masyarakat, program KKN-PPM UGM diharapkan mampu mewujudkan kawasan pesisir Banyuwangi yang lebih bersih, hijau, serta berkembang sebagai destinasi wisata edukasi yang berkelanjutan.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
