BATANG, iNewsPantura.id - Seekor macan kumbang masuk ke rumah warga di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, berhasil dievakuasi tim gabungan, Rabu (12/8/2026). Evakuasi dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bersama tim medis Batang Dolphin Center dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bawang.
Kepala Resort BKSDA Wilayah Semarang Rimbawanto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan macan kumbang yang masuk ke rumah warga.
“Atas laporan itu, kami bersama-sama dengan tim dari Taman Safari Indonesia Batang Dolphin Center dan Forkopimcam Kecamatan Bawang melakukan kegiatan evakuasi,” jelasnya.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB. Penanganan satwa liar yang masuk ke permukiman sebenarnya terlebih dahulu dilakukan dengan cara penghalauan agar satwa dapat kembali ke habitatnya. Namun, kondisi di lapangan membuat upaya tersebut tidak memungkinkan dilakukan.
“Karena kondisinya tadi tidak memungkinkan, melihat satwa sudah masuk ke dalam rumah dan membahayakan masyarakat, maka kami lakukan kegiatan evakuasi. Dalam proses evakuasi, tim medis melakukan pembiusan terhadap macan kumbang untuk memastikan penanganan berlangsung aman. Setelah berhasil dievakuasi, satwa tersebut dibawa ke tempat penyelamatan yang berada di Batang Dolphin Center untuk menjalani pemeriksaan dan observasi,” terangnya.
Rimbawanto juga menegaskan, keberadaan satwa liar di kawasan permukiman harus ditangani secara hati-hati dengan mempertimbangkan keselamatan warga maupun satwa. Masyarakat yang menemukan satwa liar agar tidak melakukan penanganan secara mandiri. Masyarakat sebaiknya segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas agar dapat dilakukan penghalauan atau evakuasi sesuai kondisi di lapangan.
“Dalam kasus macan kumbang di Desa Gunungsari ini, proses evakuasi berjalan lancar dan satwa berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban dari warga maupun petugas,” ujar dia.
Sementara itu, Tim medis Batang Dolphin Center dokter hewan Dani Bagus Wibowo mengatakan, kondisi macan kumbang tersebut masih dalam tahap observasi. Kita lakukan pembiusan seperti biasa, terus kita bawa ke tempat kami di Batang Dolphin Center. Dari pemeriksaan awal, tim menemukan adanya luka pada kaki kanan macan kumbang.
“Luka tersebut bukan luka baru dan diperkirakan sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Tadi sempat terlihat dan memang kita lihat ada luka di kaki sebelah kanan. Luka tersebut bukan luka baru, mungkin sudah beberapa hari,” ungkapnya.
Dani menduga kondisi luka tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan macan kumbang masuk ke kawasan permukiman warga. Meski demikian, pihaknya masih melakukan observasi lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa tersebut.
“Saat ini mungkin belum bisa banyak hal yang bisa kita sampaikan terkait kondisi, karena masih kita observasi supaya dia tidak stres,” pungkasnya.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
