Antisipasi Banjir, Sedimentasi Kali Sibacin Semarang Dikeruk

Dimas Yuli
warga membersihkan sedimen kali bacin. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Mengantisipasi risiko banjir saat musim penghujan, ratusan kader DPC Partai Gerindra Kota Semarang bersama warga bergotong royong membersihkan Kali Sibacin di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Minggu (11/10/2026).

Selain mengangkat sampah, sedimentasi di dasar sungai juga dikeruk menggunakan alat berat ekskavator agar aliran air lebih lancar.

Kegiatan ini menyasar sungai dan lingkungan permukiman yang rawan terdampak banjir ketika curah hujan meningkat.

Sejak pagi, para peserta membersihkan sampah plastik, rerumputan, serta berbagai material yang mengganggu kebersihan lingkungan. Sejumlah warga bahkan turun langsung ke aliran sungai untuk mengangkat sampah.

Sementara itu, satu unit ekskavator dikerahkan untuk mengeruk endapan di dasar kali. Material hasil pengerukan kemudian diangkut menggunakan truk, dengan dukungan Pemerintah Kota Semarang melalui penyediaan alat berat.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan putaran keempat Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang rutin dilaksanakan setiap Minggu.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan gerakan yang dicanangkan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Menurut Joko, Kali Sibacin menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena kawasan Sawah Besar berpotensi mengalami banjir saat musim penghujan. Karena itu, pembersihan sungai dan pengerukan sedimentasi diharapkan membantu mengurangi risiko genangan maupun luapan air.

“Kebetulan di Sawah Besar ini adalah daerah rawan banjir ketika musim penghujan. Jadi kegiatan ini untuk membantu meringankan beban masyarakat ketika musim penghujan, sehingga nanti harapan kita tidak ada banjir lagi,” ungkapnya.

Selain membersihkan sungai, para peserta juga menanam lebih dari 100 bibit tanaman untuk memperluas penghijauan di lingkungan permukiman. Bibit tersebut meliputi pohon trembesi di tepi jalan, pachira di depan rumah warga, serta kelengkeng di kebun tanaman obat keluarga (TOGA) milik PKK setempat.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan gerakan tersebut. Menurutnya, kegiatan kebersihan lingkungan tidak seharusnya berhenti sebagai agenda rutin atau seremoni, tetapi perlu menjadi kebiasaan masyarakat.

 “Harapannya gerakan ini tidak hanya empat kali atau hanya seremoni saja. Ini bisa diteruskan, sehingga harapannya Kota Semarang makin bersih dan gerakan ini bisa menjadi kebiasaan warga Kota Semarang,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan merawat tanaman yang telah ditanam.

Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Gerindra, Dinda Ari Ayu Isnaini, juga berharap Pemerintah Kota Semarang mendorong Gerakan Indonesia ASRI hingga tingkat RT dan RW. Dengan demikian, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat semakin luas.

“Harapannya Pemkot Semarang bisa mendorong gerakan ini hingga tingkat RT dan RW. Khususnya menyosialisasikan supaya warga bisa saling menjaga lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Dukungan juga datang dari Ketua Tim Penggerak PKK RT 07 RW 8 Kelurahan Sawah Besar, Dina Maryani. Ia menyambut baik pengerukan sedimentasi Kali Sibacin karena diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung aliran air.

“Harapan kita setelah diadakan pengerukan sedimentasi di kali ini, sungainya bisa menampung volume air semakin banyak. Sehingga kan bisa untuk mengantisipasi banjir di sini,” tuturnya.

Dina memastikan warga siap ikut merawat bibit tanaman yang telah ditanam dan menjaga kebersihan lingkungan permukiman.

Pembersihan Kali Sibacin menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Sawah Besar. Namun, upaya tersebut perlu dilanjutkan dengan pemeliharaan sungai secara berkala, pengelolaan sampah yang konsisten, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah agar fungsi saluran air tetap terjaga selama musim penghujan.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network