JEPARA, iNewsPantura.id – Nama atlet renang dan selam Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, bakal diabadikan menjadi nama kolam renang di Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga berencana membangun monumen untuk mengenang perjuangan dan jasa almarhumah yang telah mengharumkan nama daerah di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat melakukan takziah ke rumah duka Syabilla di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Senin (26/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah.
Bupati mengatakan, rencana pembangunan monumen tersebut telah dikomunikasikan kepada keluarga sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Syabilla selama menjadi atlet. Pihak keluarga pun telah memberikan izin atas rencana tersebut.
“Selain takziah, kita ke sini juga salah satunya meminta restu kepada keluarga untuk membuatkan monumen Dek Syabilla sehingga semangatnya bisa ditiru atlet-atlet yang lain. Untuk bisa meraih prestasi yang terbaik. Orang tua memperbolehkan, maka kita akan lakukan untuk mengingat perjuangan almarhumah selama menjadi atlet,” ujar Witiarso.
Menurutnya, pengabadian nama Syabilla pada fasilitas olahraga Jepara bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan juga diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi generasi atlet berikutnya. Perjuangan dan prestasi Syabilla diharapkan terus dikenang serta menjadi penyemangat bagi atlet-atlet Jepara untuk berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
Ketua Kontingen Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, mengatakan kunjungan Bupati bersama Forkopimda merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada keluarga atlet yang meninggal dunia saat membela Jepara.
“Hari ini Pak Bupati bersama Forkopimda takziah ke rumah duka Mbak Syabilla, menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya Syabilla sebagai patriot Porprov Jepara 2026,” tutur Ary.
Kepergian Syabilla meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Jepara dan Universitas Gadjah Mada (UGM), tempatnya menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi.
Sebelum meninggal dunia, Syabilla berhasil mempersembahkan dua medali emas bagi kontingen Jepara dari cabang olahraga selam. Medali tersebut diraih melalui nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Namun, saat mengikuti perlombaan selam perairan terbuka atau Open Water Finswimming (OWF) nomor 3.000 meter di pesisir laut Awann Costa, Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026), Syabilla dilaporkan mengalami kesulitan menjelang garis finis. Ia kemudian dievakuasi oleh petugas, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Prestasi dua medali emas yang telah dipersembahkan Syabilla menjadi bukti perjuangan dan dedikasinya dalam mengharumkan nama Kabupaten Jepara. Kepergiannya pun menjadi kehilangan besar bagi kontingen Jepara yang masih berjuang menyelesaikan pertandingan Porprov.
Ary mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan tali asih kepada keluarga almarhumah. Syabilla juga akan tetap mendapatkan bonus atas dua medali emas yang berhasil diraihnya.
“Karena Syabilla ini sudah menyumbangkan dua emas di cabor selam, harapannya bisa menjadi penyemangat bagi atlet-atlet yang lain yang saat ini akan bertanding sampai hari Jumat. Tali asih pasti ada, apalagi ini sudah mendapatkan emas, akan kita berikan bonus,” jelasnya.
Rencana mengabadikan nama Syabilla di kolam renang Gelora Bumi Kartini dan sekaligus pembangunan monumen diapresiasi adik kandungnya, Satria Syaikh Maulana Raharja (16).
Meski masih dalam suasana berduka, Satria yang juga atlet aquatik kontingen Jepara menegaskan tetap akan bertanding di ajang Porprov Jateng 2026.
Ia dijadwalkan bertanding pada Rabu hingga Jumat (28-30/10) pekan ini. Untuk hari Rabu, ia ikut nomor 100 meter gaya punggung. Lalu pada Kamis, ikut 50 gaya punggung. Sedang pada Jumat ikut lomba estafet beregu 4 x 100 meter.
"Ibu sempat fikir-fikir, lanjut atau tidak. Tapi setelah saya fikir matang, saya bertekad meneruskan semangat kakak. Saya akan tetap tanding," ujar pelajar SMA ini.
Prestasi Satria juga tak kalah mentereng dari Syabila. Saat Popda tahun 2024, ia juga menorehkan prestasi dengan meraih 2 medali emas. Selain itu ia yang mewakili sekolahnya, juga berprestasi pada ajang lomba renang level nasional dengan mengantongi perak dan perunggu.
"Saya dekat sekali dengan kakak. Dia jadi inspirasi agar bisa berprestasi," tandasnya.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
