get app
inews
Aa Read Next : IPSI Kota Pekalongan Gelar Raker

Angka anak Stunting di Kota Pekalongan Naik

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:12 WIB
header img
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid ketika menyampaikan pidato dalam rapat paripurna dprd Kota Pekalongan, Rabu (11/7/2024)

Pekalongan,iNewsPantura.id - Naiknya kasus stunting di Kota Pekalongan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memberikan perhatian khusus untuk penurunan angka stunting. Angka stunting di Kota Pekalongan naik 5,1% sehingga angkanya menjadi 28%.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid yang ditemui iNews usai rapat paripurna menjelaskan, Pemkot Pekalongan berkomitmen untuk berupaya menurunkan stunting, mengevaluasi apakah program penurunan stunting yang selama ini ada di masyarakat sudah dimanfaatkan betul oleh masyarakat.

"Hal apakah yang menjadikan angka stunting ini naik? Apakah sampling sudah merata di empat kecamatan? Padahal salah satu kelurahan di Kota Pekalongan yakni Bandengan dinyatakan zero stunting," terang Wali Kota Aaf usai rapat di Ruang Paripurna DPRD, Selasa (10/7/2024).

Aaf mengaku mengapresiasi pada Kelurahan bandengan yang luar biasa dengan kondisi zero stunting. Padahal, kondisi daerah masih mengalami rob. Maka hal-hal yang bisa menjadi percontohan di Bandengan coba kita terapkan secara masif. Kita juga sudah kerahkan bapak asuh stunting, ASN peduli stunting, dan program lainnya, namun bukan menurun tapi malahan naik.

Aaf mengaku siap menerima rekomendasi dan evaluasi dari DPRD untuk diterapkan bersama Dinsos P2KB dan Dinkes Kota Pekalongan. "Rekomendasi langkah efektif apa sajakah untuk mengurangi stunting di Kota Pekalongan. Selama ini ada program cek kesehatan menjelang pernikahan juga sudah berjalan, pemeriksaan ibu hamil selama kehamilan enam kali gratis di puskesmas juga sudah," terangnya.

Aaf menekankan agar masyarakat menggunakan fasilitas tersebut. Rekan pendamping makanan stunting juga harus mengawal betul pemberian makanan atau gizi tambahan untuk anak stunting.

Dia menjelaskan ada daerah lain ada yang memberikan makanan pada anak stanting terpaksa harus ditunggui benar-benar sudah dimakan. ’’Apakah, kita juga harus menerapkan seperti itu? Maka akan kita evaluasi pelaksanaan penanganan anak stunting selama ini,’’ katanya.**

Editor : Trias Purwadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut