Tunaryo, Ketua DPRD Purworejo yang Menjaga Keseimbangan Politik dan Suara Rakyat
PURWOREJO, iNewsPantura.id — Di tengah dinamika politik Kabupaten Purworejo yang kerap menghangat, sosok Tunaryo tampil sebagai Ketua DPRD yang konsisten menjaga keseimbangan antara kewenangan politik dan aspirasi masyarakat. Bagi Tunaryo, DPRD bukan sekadar lembaga formal, melainkan ruang pengabdian yang harus selalu berpihak pada rakyat.
Perjalanan politik Tunaryo ditempa dari bawah. Ia mengawali kiprah melalui organisasi kemasyarakatan dan partai politik, sebelum akhirnya dipercaya memimpin lembaga legislatif daerah. Proses panjang tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang komunikatif, tegas, namun tetap moderat—terutama saat menghadapi situasi politik yang penuh tekanan.
Kedekatan dengan warga menjadi ciri khasnya. Tunaryo rutin turun ke desa-desa, menghadiri kegiatan sosial dan kepemudaan, serta membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat.
“Suara masyarakat adalah fondasi utama kebijakan. Kalau DPRD tidak mendengar rakyat, maka keputusan politik akan kehilangan maknanya,” ujar Tunaryo.
Di internal DPRD, ia menekankan disiplin dan integritas. Jabatan dipandang sebagai amanah, bukan alat kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kekuasaan itu sementara, tapi kepercayaan publik harus dijaga. Jabatan bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk melayani,” tegasnya.
Kesederhanaan juga melekat dalam gaya kepemimpinannya. Tunaryo tidak menonjolkan jabatan, melainkan memilih membuktikan komitmen melalui kerja nyata.
“Politik harus memberi dampak langsung bagi masyarakat. Kalau rakyat tidak merasakan manfaatnya, berarti kita belum bekerja maksimal,” tambahnya.
Bagi Purworejo, Tunaryo bukan hanya Ketua DPRD, tetapi simbol kepemimpinan yang humanis—menghadirkan politik yang mendengar, seimbang, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Editor : Suryo Sukarno